Horsepower, Juara Kompetisi Arena di Tech in Asia Jakarta 2016

Startup asal Filipina, Horsepower pemenang di kompetisi Arena, di Konferensi Tech In Asia Jakarta 2016. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Pada Tech in Asia Jakarta 2016, kembali digelar kompetisi Arena untuk para startup pitching dihadapan para investor. Mereka mempresentasikan beragam jenis ide bisnis demi memenangkan hadiah utama sebesar US$5.000 (sekitar Rp66 juta). Startup asal Filipina, Horsepower, akhirnya terpilih sebagai juara utama.

Horsepower adalah sebuah Software as a Service (SaaS) yang bisa membantu para pengusaha untuk menyelesaikan hak-hak dari karyawan mereka, seperti penggajian dan bonus. Semua kewajiban tersebut bisa mereka selesaikan lewat aplikasi web yang disediakan Horsepower.

Selain itu, Horsepower juga bisa membantu membayar tunjangan kesehatan, premi asuransi, pembayaran co-working space, serta membantu pengurusan hal-hal yang menyangkut legalitas perusahaan.

Untuk tempat kedua diraih oleh Infostellar asal Jepang. Infostellar adalah startup yang menyediakan penyewaan fasilitas stasiun komunikasi luar angkasa. Jadi, ketika sebuah perusahaan meluncurkan satelit luar angkasa, mereka biasanya juga akan membuat stasiun komunikasi di bumi agar bisa terhubung dengan satelit tersebut. Sayangnya, karena satelit tersebut harus terus bergerak mengelilingi bumi, ia pun hanya bisa terhubung dalam waktu yang singkat dengan sebuah stasiun komunikasi.

Menyadari fenomena tersebut, sebuah startup asal Jepang yang bernama Infostellar berusaha mengajak para pemilik stasiun komunikasi untuk menyewakan fasilitas yang mereka miliki.

Dengan begitu, sebuah perusahaan bisa terhubung dengan satelit yang mereka miliki kapan pun mereka mau. Mereka cukup menyewa stasiun komunikasi yang lokasinya tengah berdekatan dengan satelit tersebut. Langkah ini dinilai bisa menurunkan biaya operasional sebuah satelit yang saat ini masih cukup tinggi.

Sementara VeNA startup asal Singapura menempati juara ketiga. VeNA merupakan sebuah Software as a Service (SaaS) yang bisa memudahkan para perusahaan yang ingin beriklan di perangkat digital, seperti desktop, smartphone, dan tablet. Didirikan di Singapura pada tahun 2014, saat ini VeNA telah mempunyai kantor di Australia dan Selandia Baru.

Startup yang dipimpin oleh Adam Hobson ini mengklaim kalau iklan yang ditampilkan lewat platform mereka kini bisa menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Beberapa perusahaan besar seperti Burger King dan Disney pun pernah menggunakan jasa VeNA.

Tiga startup lain, QueQ asal Thailand, serta dua startup asal Indonesia, Sevva dan Kostoom harus puas sebagai finalis.

FAHRUL ANWAR

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY