HIPMI PT Dorong Mahasiswa Berani Berbisnis

HIPMI Perguruan Tinggi Jawa Timur. (Foto: hipmijatim/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur mendorong para mahasiswa yang berasal dari wilayah setempat untuk berani berbisnis, dengan memanfaatkan fasilitas program HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT).

HIPMI PT adalah organisasi khusus yang beranggotakan mahasiswa yang sudah belajar merintis bisnis.

“Saat ini, anggota HIPMI PT Jatim sudah hampir 900 mahasiswa yang tersebar di berbagai kampus di Jawa Timur,” ucap Giri Bayu Kusumah Ketua Umum HIPMI Jatim dilansir Antara baru-baru ini Surabaya.

Ia mengatakan HIPMI Jatim akan memberikan pelatihan dengan materi-materi kewirausahaan kepada sejumlah mahasiswa melalui program HIPMI masuk Kampus.

“Bahkan, kami sebelumnya juga telah memberangkatkan 150 delegasi mahasiswa anggota HIPMI PT Jatim dalam ajang Jambore Pengusaha Muda Se-ASEAN di Bandung pada 22-26 Mei 2016,” tuturnya.

“Di bulan Ramadhan ini, kami ingin memanfaatkannya untuk mendorong para mahasiswa agar berani memulai bisnis secara nyata, sebab Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memulai bisnis karena peluang pasar lebih terbuka untuk memenuhi kebutuhan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa,” ucapnya.

Giri mengatakan, sejak awal Ramadhan sudah tercatat 400 mahasiswa binaan HIPMI Jatim sudah berani terjun belajar bisnis secara nyata, dan tersebar di berbagai kampus di Surabaya, Bangkalan, Kediri, Malang, Jember, Madiun, dan Banyuwangi.

“Bidang bisnis mereka cukup beragam, seperti membuka bisnis kuliner dan aksesoris ibadah, dan ada pula yang memulai bisnis perikanan dan pertanian,” ujarnya.

Giri mengaku, HIPMI juga akan membantu penuh dalam promosi di jaringan organisasi, dan meminjami modal seperti modal untuk bisnis kuliner kecil-kecilan mahasiswa yang ada di Bangkalan dan Malang.

“Yang penting mereka berani terjun bisnis dulu, karena itu yang utama dalam memulai bisnis, sebab segmen mahasiswa merupakan sumber utama yang baik untuk mencetak pengusaha muda baru, karena relatif lebih siap dibanding segmen lainnya,” imbuhnya.

Giri mengaku prihatin, karena berdasarkan survei HIPMI Jatim di empat kampus yang ada di Surabaya dan Malang 63% mahasiswa masih berparadigma setelah lulus menjadi karyawan.

“‘Mindset’ ini harus diubah. Kalau mau ekonomi negeri ini bisa cepat maju, ya harus makin banyak yang bisnis. Oleh karena itu, kami akan berusaha menjaring pengusaha muda melalui Safari Ramadhan,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA