Fintech Harus Tingkatkan Inklusi Keuangan

Presiden Joko Widodo (Jokowi)memberi sambutan pada Indonesia Fintech Festival & Conference 2016. (Foto : Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Industri financial technology (Fintech) berinovasi, menghasilkan terobosan lewat sejumlah aplikasi yang dapat meningkatkan inklusi keuangan. Termasuk dapat mengakomodir usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta nelayan dan petani.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan keynote speech dalam Indonesia Fintech Festival & Conference, Selasa (30/8/2016) di Festival di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Tangerang, Banten.

Menurut Presiden, dengan kemajuan teknologi dan tingginya penetrasi internet di Indonesia, akan hadir aplikasi yang dapat mendekatkan produsen dengan konsumen tanpa melalui mata rantai yang panjang.
“Sehingga harga di produsen, di tingkat petani, nelayan menjadi semakin baik kalau bisa didekatkan dengan aplikasi teknologi yang cepat. Ini akan sangat membantu,” kata Presiden Joko Widodo dilansir Antara.

Lebih lanjut, Kepala Negara mengharapkan para startup muda mampu mengembangkan perusahaan yang nantinya bisa membentuk korporasi nelayan atau korporasi petani sehingga memiliki skala ekonomi dan terjaminnya akses permodalan bagi UMKM tersebut.

“Bayangkan, bila ada hubungan antara petani dan pasarnya. Kalau ini bisa dilakukan dengan model yang bisa diterima, saya meyakini bahwa petani kita, nelayan kita akan bisa sejahtera,” jelasnya.
Presiden terus mengajak pelaku fintech untuk berinovasi, menghasilkan terobosan lewat sejumlah aplikasi yang dapat meningkatkan inklusi keuangan.

Saat ini, tingkat literasi keuangan masyarakat di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga. Indonesia baru mencatatkan tingkat literasi keuangan sebesar 21%, padahal Singapura telah mencapai 96%, Malaysia 81% dan Thailand 76%.

“Saya berharap konferensi ini dapat melahirkan terobosan dalam penggunaan teknolgi digital dan inklusi keuangan,” kata Presiden lagi.

 

STEVY WIDIA