e-Dagang Harus Antisipasi Lonjakan Harbolnas

Asosiasi eCommerce Indonesia (idEA). (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2016 akan kembali diadakan di penghujung tahun ini.
Ini artinya, para pelaku e-dagang akan ‘berlomba-lomba’ memberikan penawaran menggiurkan pada momen tahunan ini. Namun para pelaku harus juga diwaspadai lonjakan pengunjung.

Jumlah pengunjung yang meningkat drastis di event ini akan menjadi kendala utama bagi para pelaku e-dagang. Karena hal ini dapat membuat situs down. Lonjakan pengunjung bisa melumpuhkan server dari situs eCommerce. Akibatnya, kerugian yang didapat. Hal itu sempat dialami ketika Harbolnas 2015 oleh Berrybenka, MatahariMall, dan Bhinneka.

Untuk mengantisipasi gangguan itu, e-Dagang harus mempersiapkan strategi khusus. “1 detik saja situs lumpuh, pasti sudah rugi jutaan rupiah,” ujar Ali Hakim, Country Manager Akamai dalam presentasi Power Talk Selasa (11/10/2016)yang digelar Asosiasi eCommerce Indonesia (idEA) di Inter Continental Mid Plaza, Jakarta.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, setiap eCommerce wajib menyiapkan semua elemen sebaik-baiknya agar situs tidak lumpuh di momen tahunan itu.

“Pertama, kita harus benar-benar ukur performa situs atau aplikasi dengan tools seperti Google Page Speed Insights, Real User Monitoring atau Synthetic Measurement. Dari situ, cari faktor yang kurang perform. Apa yang membuat situs kurang lancar ketika dikunjungi banyak orang,” tutur Ali menjelaskan.

Langkah selanjutnya, tambah Ali, para pelaku eCommerce harus paham infrastruktur back end dari situs dengan melakukan load test. Dari situ, pahami kapasitas sistem dan database.

“Kita juga harus tahu berapa banyak situs bisa menampung kapasitas pengunjung. Antisipasi dengan mengetahui kapasitas normal dengan kapasitas plus lonjakan saat campaign (Harbolnas) berlangsung,” sambung Ali.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penataan letak produk di situs. “Mengoptimalkan gambar produk juga jadi faktor penting agar kita bisa engage lebih dekat dengan pelanggan. 63 persen calon pembeli lebih tertarik dengan gambar produk,” kata Ali.

“Terakhir, soal keamanan. Ini yang paling krusial. Tak sedikit pihak yang iseng ingin “ganggu” aktivitas eCommerce di Harbolnas, seperti hacker dan serangan DDOS. Ini juga perlu diperhatikan,” kata Ali lagi.

Performa

Sementara itu, Lisa Widodo, Head of Operation Blibli, mengaku meninjau kesiapan operasional Blibli dari beberapa elemen, seperti evaluasi kapasitas pengunjung dan performa situs, hingga mengecek kembali performa kurir, agen, dan warehouse.

“Pertama, kami siapkan capacity planning. Kami lihat kapasitas pengunjung yang bisa ‘ditampung’ tahun ini dengan membandingkan kapasitas dari tahun lalu. Dengan begitu, setidaknya kami punya bayangan kira-kira traffic pengunjung bakal sebanyak apa,” kata Lisa.

Pada kesempatan yang sama, Lodewijk Tanamel, CTO Bhinneka, juga mengumbar kiat yang mereka persiapkan menjelang Harbolnas dari segi infrastruktur IT. Menurutnya, setiap pelaku eCommerce harus bisa mengidentifikasi tren yang tengah berlangsung.

“Kita harus tahu tren, dalam hal ini jumlah concurrent user saat ini dan bagaimana total user saat campaign (Harbolnas) berlangsung. Kalau banyak, kita harus steady mengoptimalkan server dengan meningkatkan konfigurasi agar lonjakan traffic tetap berjalan lancar dan situs tidak akan down,” jelasnya.

Harbolnas 2016 mengusung tema “Indonesia Online”. Dengan harapan bisa menggenjot pertumbuhan industri e-Dagang lokal.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY