Dorong Anak Muda Berwirausaha Sejak Dini

Pemerintah mendorong penciptaan wirausaha muda. (foto: ilustrasi/istimewa)

YOUNGSTERS.id - Pola pikir anak muda Indonesia harus didorong agar gemar berwirausaha sejak dini. Hal itu dilakukan agar semakin banyak muncul wirausahawan baru, terutama di kalangan generasi muda selepas sekolah atau kuliah.

Upaya itu yang terus digalakkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Beragam pelatihan kewirausahaan pun digelar.

“Ini untuk mendukung upaya perubahan pola pikir yang lebih ke arah wirausaha,” kata Prakoso BS

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM dalam siaran pers belum lama ini.

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Ruly Nuryanto menambahkan, pelatihan bagi SDM sektor koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mengubah pola pikir anak muda di Tanah Air agar semakin gemar berwirausaha.

“Sekarang sudah bukan zamannya mencari kerja lalu jadi bawahan. Sekarang ini yang penting setelah selesai sekolah atau kuliah langsung menjadi bos,” kata Ruly dalam sambutannya saat membuka pelatihan bagi sumber daya manusia KUMKM di Auditorium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), di Bandung, Jawa Barat.

Ruly menjelaskan, cara pandang yang sudah telanjur melekat dalam pola pikir masyarakat Indonesia adalah cenderung mencari pekerjaan setelah lulus sekolah atau kuliah. “Seperti saya ini, dulu hanya berpikiran jadi karyawan enggak tahunya sampai sekarang tetap saja jadi bawahan sulit naik kelas enggak bisa jadi bos,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Asisten Deputi Standardisasi dan Sertifikasi SDM KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM Taty Ariati menambahkan, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemahaman perkoperasian dan penciptaan wirausaha terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Menurut dia, dengan pelatihan ini diharapkan para pengelola koperasi, fasilitator, dan petugas penyuluh koperasi lapangan betul-betul memiliki kemampuan dan keterampilan secara profesional dalam mengelola bisnis koperasi. “Kesempatan ini adalah sangat penting bagi para pengelola, karena belum tentu tahun depan ada lagi,” katanya.

Pelatihan tersebut, kata Tuti, diikuti 860 peserta dari berbagai kabupaten atau kota di wilayah Provinsi Jawa Barat selama tiga sampai lima hari.

Sedangkan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jabar Dudi Sudrajat Abdullah menyambut baik pelatihan tersebut, yang dimaksudkan agar para peserta menjadi SDM d sektor KUMKM yang semakin kompetitif. Selaras dengan program Kementerian Koperasi dan UKM, pihaknya juga mendorong percepatan tumbuhnya wirausaha baru di Jabar. “Belum lama ini kita juga baru saja menggelar pameran produk wirausaha baru di Gedung Sate,” kata Dudi.

 

STEVY WIDIA

1 COMMENT

LEAVE A REPLY