Delegasi UGM Juara Olimpiade Kedokteran Internasional

Delegasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) jadi juara umum International Indonesian Medical Olympiad (IMO). (Foto: ugm.ac.id/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Delegasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) meraih gelar juara umum dalam International Indonesian Medical Olympiad (IMO). Ajang ini digelar 12-16 Oktober 2016 di Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Banten dan diikuti oleh 314 tim dari 68 kampus kedokteran di Indonesia, Filipina, serta Malaysia.

Pada kompetisi tersebut Tim UGM keluar sebagai juara umum dengan perolehan 1 medali emas nasional, 2 medali perak nasional, dan 1 medali perunggu internasional. Medali emas berhasil diraih tim yang beranggotakan Arinal Chairul Achyar dan Kadek Dwi Wira Sanjaya dari kategori Uroreproduction. Sedangkan 2 medali perak berhasil diperoleh Maria Fransiska Pudjohartono dan Marcellus dari kategori digestive dan tim yang beranggotakan Bernadeta Fuad Paramita Rahayu dan Danny Agus Pramana Wahyudi di kategori muskoskeletal. Selain itu, 1 medali perunggu internasional berhasil dipersembahkan oleh Jessica dan Audric Kenny Tedja pada kategori tropical infection.

“Sangat bersyukur delegasi FK UGM dapat menyabet gelar juara umum pada kompetisi bergengsi ini,” kata Audric Kenny, yang dilansir laman ugm.ac.id, Selasa (18/10/2016) di Yogyakarta.

Menurut dia kompetisi tahunan ini diadakan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Ada 6 kategori lomba meliputi 2 kategori tingkat internasional yakni Neuro-Psikiatri dan Tropical Infection serta 4 kategori tingkat nasional yaitu Digestive, Cardio-Respiratory, Musculoskeletal, dan Urogenital-Reproductive.

“Kami berjuang keras dalam kompetisi ini dan harus melalui 3 tahapan seleksi yang berlangsung cukup ketat,” jelasnya.

Dalam kompetisi IMO, kata dia, seluruh peserta harus melalui 3 tahapan seleksi lomba yaitu babak penyisihan, semifinal, dan final. Dalam babak penyisihan setiap tim diberi 120 soal pilihan ganda dan 20 soal yang menguji kemampuan identifikasi anatomi, histologi, mikrobiologi, dan pemeriksaan penunjang kesehatan, jelas dia.

Selanjutnya, kata dia lagi, 12 tim terbaik yang lolos ke semifinal kembali berkompetisi mengerjakan 60 soal pilihan ganda. Selain itu, juga dihadapkan dengan pasien simulasi untuk melakukan pemeriksaan, edukasi pasien, dan peresepan obat.

“Untuk kategori infeksi tropis seleksinya sedikit berbeda, saat itu kami diminta membuat preparat untuk indentifikasi parasit dan membuat laporan tertulis hasil identifikasi,” tutur Audric.

Audric Kenny mengaku bangga atas capaian prestasi yang diraih oleh delegasi FK UGM.

“Kami berharap, ke depan tim UGM dapat mempertahankan gelar juara dalam kompetisi serupa dan terus mencetak prestasi gemilang dalam berbagai kompetisi lainnya di level nasional maupun internasional,” ungkap dia.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY