Bekraf Gelar Sertifikasi Profesi Barista

Bekraf gelar Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Barista sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) (Foto: Bekraf/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Indonesia merupakan salah satu dari lima negara produsen kopi terbesar di dunia. Untuk memberikan nilai tambah pada kopi agar dapat meningkatkan manfaat ekonominya, dibutuhkan profesi Barista yang handal. Sebagai dukungan akan profesi itu, Bekraf menyelenggarakan program sertifikasi untuk profesi Barista.

Ari Juliano Gema, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi Bekraf mengatakan, program ini merupakan dukungan nyata Bekraf dalam menciptakan ekosistem yang baik di subsektor kuliner.

“Paling tidak, dalam 5 tahun ke depan, kita butuh 1 juta tenaga kerja dan pelaku bidang ekonomi kreatif yang bersertifikat standar nasional hingga internasional dan oleh karena itu, fasilitasi sertifikasi profesi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individual, melainkan juga posisi tawar dan daya saing di dunia industri ekonomi kreatif,” kata Ari dalam siaran pers baru-baru ini di Jakarta.

Bimbingan Teknis/Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Barista ini dilaksanakan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta yang telah diseleksi terlebih dahulu oleh LSP Kopi Indonesia. Dalam pelaksanaannya, pelaku Ekonomi Kreatif tanpa dipungut biaya karena difasilitasi oleh Bekraf. Program pelatihan Barista itu atas kerjasama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kopi Indonesia.

“Dengan terlaksananya kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yang lebih baik terkait kompetensi kerja Barista yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing para barista kita, baik dalam skala nasional, maupun internasional,” ucap Ari.

Menurut dia, persaingan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan perkembangan teknologi informasi membuat kompetensi industri ekonomi kreatif semakin menantang. MEA tidak saja membuka bebas aliran barang, jasa dan investasi, melainkan juga tenaga kerja profesional yang berstandar Internasional. Dan program ini merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam mendukung peningkatan kompetensi pelaku dan calon pekerja di bidang ekonomi kreatif.

STEVY WIDIA