Bekraf Developer Day Disambut 1.000 Pemuda Makasar

Bekraf Developer Day (BDD) di Makasar medio Oktober 2016. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Potensi pertumbuhan startup di Indonesia masih sangat menjanjikan. Hal itu terbukti pada gelar Bekraf Developer Day (BDD) yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Makasar.Tak kurang dari 1.000 anak muda menghadiri seminar yang menghadirkan aktivis startup dan pakar bidang media digital.

Acara ini dihadir pelajar dan mahasiswa, dan para wirausaha pemula yang tengah merintis usaha di bidang digital. Salah satunya adalah Gifa Eriyanto. Bersama enam rekannya di Makassar, dia menciptakan aplikasi penyusunan surat-menyurat dan aplikasi khusus pendataan nelayan.

“Melalui kegiatan Beraf Developer Day saya ingin menambah informasi mengenai pemasaran dan pendampingan dari Bekraf. Omzet jualan kami saat ini hanya Rp 120 juta, kami targetkan tahun ini menjadi Rp 300 juta per tahun. Prospek ini sangat baik apalagi kalau dibantu networking-nya oleh Bekraf,” kata Gifa yang dilansir Bekraf, Selasa (18/10/2016) dari Makasar.

Acara BDD Makasar dibagi dalam dua sesi. Pertama yaitu General Session diisi dengan keynote oleh Deputi Infrastruktur Hari Sungkari, Narenda Wicaksono (Co-founder Dicoding Indonesia, dan Andi Taru sebagai founder Educa Studio. Selain itu juga hadir perwakilan dari sejumlah perusahaan teknologi informasi papan atas tanah air seperti Risman Adnan (Samsung R&D INstitute Indonesia), Irving Hutagalung (Microsoft Indonesia) dan Irsan Saputra dari IBM INdonesia.

Sedang sesi kedua adalah Parallel Session terdiri dari sesi aplikasi, game, web dan IoT. Dengan meampilkan pakar dan praktisi startup seperti Sidiq Permana selaku CIO Nusantara Beta Studio yang membahas tema “Deep Understanding of Main Android App Components” di sesi aplikasi dan Henri Jhie dari Makassar Game Dev yang akan memberikan tips bagaimana membuat game yang menarik dan atraktif.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Utama Bekraf Mesdin Kornelis Simarmata mengatakan, potensi pertumbuhan startup di Indonesia masih sangat menjanjikan. Oleh karena itu pihak Bekraf ingin terus mendorong industri kreatif di seluruh Indonesia untuk maju dan berdaya saing tinggi.

“Ini kesempatan bagi para pegiat bisnis digital untuk memacu kreativitasnya untuk bersaing. Jangan sampai pelaku bisnis dari luar negeri yang menikmati market yang sangat besar di Indonesia,” kata Mesdin dalam keterangan pers dari Makasar. Menurut dia, Indonesia harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, khususnya terkait penyelesaian masalah lokal dengan aplikasi yang sangat bersahabat dengan masyarakat.

Sementara itu Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari menjelaskan, beberapa hal yang menjadi perhatian serius Bekraf untuk percepatan industri digital di Indonesia antara lain memberikan akses modal kerja antara industri dan pemilik modal, pendampingan hak cipta, dan membantu pemasaran produk.

“Misalnya, kami membantu usaha kreatif dengan ekspose internasional di Istambul, ternyata produk Indonesia juga diterima masyarakat internasional,” ujst Hari.

Hingga saat ini, lanjut Hari, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia dari sektor industri kreatif baru 7 persen. Pada 2019 mendatang, kata dia, ditargetkan meningkat menjadi 12 persen. “Sejumlah cara dilakukan untuk mendongkrak PDB dari sektor industri kreatif, yakni dengan memperbanyak usaha kreatif yang lebih berkualitas dan substitusi produk impor,’’ ujarnya.

BDD sebelumnya telah digelar di Bandung (28/5), Yogyakarta (30/7), Surabaya (4/9) dan Medan (1/10). Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Bekraf dan Dicoding dengan dukungan Komunitas ID-Android, Dirakit, Codepolitan dan perusahaan teknologi Indonesia.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY