Bekraf Developer Conference Bangun Ekosistem Industri Kreatif di Indonesia

Untuk itu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar konferensi pengembang industri digital bertajuk Bekraf Developer Conference (BDC) di sejumlah kota di Indonesia. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Ekosistem digital terus dibangun dalam rangka menunjang pengembangan industri kreatif Tanah Air. Perlu langkah-langkah yang tepat dalam membangun ekosistem terbaik bagi developer Indonesia agar bisa berkembang pesat dalam memanfaatkan potensi ekonomi kreatif di daerah masing-masing secara berkesinambungan.

Untuk itu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar konferensi pengembang industri digital bertajuk Bekraf Developer Conference (BDC) pada 27-28 November di sejumlah kota, antara lain Malang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar.

“Acara BDC ini merupakan wadah terbentuknya talenta-talenta di bidang digital yang akan melahirkan ‘startup’ yang menyediakan solusi-solusi, sehingga Indonesia dapat menjadi tuan rumah di ekonomi digital Indonesia,” kata Hari Santoso Sungkari Deputi Infrastruktur Bekraf, Selasa (29/11/2016) di Jakarta.

Menurut Hari, program ini sangat berperan penting dalam meningkatkan animo dan kemampuan serta wawasan para developer di berbagai daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif khususnya di sektor digital. Lewat kegiatan BDC dapat merumuskan langkah-langkah yang tepat dalam membangun ekosistem terbaik bagi developer Indonesia agar bisa berkembang pesat dalam memanfaatkan potensi ekonomi kreatif di daerah masing-masing secara berkesinambungan.

Menurut dia, tujuan tersebut dapat dicapai karena kegiatan itu mempertemukan para developer, pemerintah, serta perwakilan industri. “Sehingga hasil rekomendasi BDC tersebut diharapkan bisa menciptakan sinergi yang kuat di antara para pemangku kepentingan dalam ekosistem pengembangan aplikasi dan games Indonesia. Khususnya dalam mencari solusi dari sejumlah permasalahan dasar developer pemula dan merumuskan target bersama developer Indonesia dalam 10 tahun ke depan,” katanya.

Para developer yang terlibat di BDC terdiri dari “student developer”, developer independen, profesional dan developer teratas yang merupakan para pemilik minimal satu aplikasi atau game di toko aplikasi digital (App Store, Play Store, Tizen Store, Windows Store, dan sebagainya).

Selain untuk merumuskan rekomendasi bagi pengembangan industri kreatif digital, melalui kegiatan ini para developer bisa menjalin jaringan dengan pelaku industri digital lain seperti IBM, Line, Microsoft, Samsung, Lenovo Mobile, Oppo, Nokia, Mito Mobile, Sony Mobile, dan XL.

Pada saat yang bersamaan, para pengembang juga bisa membangun jaringan dengan berbagai kementerian yang berkaitan dengan pengembangan industri digital seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koordinator Perekonomian, serta Bekraf sendiri.

Para developer bisa mencari informasi dan penjelasan seputar pengurusan hak kekayaan intelektual, akses permodalan, akses pemasaran ataupun konsultasi seputar ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebuah produk digital.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY