Bekraf-British Council Buat MoU Industri Kreatif

Pusat indusri kerajinan Kerang Hias di Cirebon. (foto : Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Inggris, melalui Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Digital dan British Council Indonesia dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang industri kreatif.
“Perjanjian kerja sama kedua negara tersebut dibangun untuk membangun kerja sama antarpelaku industri kreatif di dua negara. Hal itu juga diharap dapat membuat ruang-ruang baru bagi industri kreatif Indonesia di Inggris, Inggris di Indonesia dan kedua pihak di mata dunia. Kolaborasi ini pun selaras dengan ‘Programme of UK-ID 2016-2018’ atau lebih dikenal dengan UK:ID, sebagai bentuk co-branding kedua negara,” kata Triawan usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan British Council Indonesia Selasa, (12/4/2016) di Coworkinc, Kemang, Jakarta Selatan.

Menurut Triawan, Inggris merupakan salah satu mitra strategis Pemerintah Indonesia untuk kembangkan industri ini. Ia menuturkan bahwa Inggris memiliki Kementerian Budaya dan Ekonomi Digital yang memiliki visi-misi yang sama dengan Bekraf untuk bergerak di ranah ekonomi kreatif.

“Kerja sama ini perlu dikembangkan sehingga langkah-langkah strategis untuk pengembangan pasar dan perdagangan dapat dilakukan secara sinergis,” imbuhnya.
Direktur Kesenian dan Industri Kreatif British Council, Adam Pushkin, mengatakan hal ini melanjutkan kolaborasi dua negara dalam bidang Sustainable and Ethical Fashion, digital culture, serta dunia fesyen.

Kerja sama itu, menurut Pushkin, berlandaskan hubungan kuat yang terus dibangun oleh industri kreatif kedua negara, serta berbagai program yang menyajikan kolaborasi kedua negara untuk publik yang lebih luas lagi termasuk melalui digital platform atau penggunaan kreatif dan teknologi digital juga film dokumenter.

Tak hanya sampai di situ, kerja sama juga akan menyentuh 16 subsektor lain yang jadi kewenangan Bekraf, seperti advertising, arsitektur, performing art, konten digital, fesyen, kuliner dan lainnya.

“Bukan lagi MoU tapi MoA (Memorandum of Action) dimana kita ingin memastikan program ini berjalan dengan baik,” jelas Triawan.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY