Bebas Pajak Untuk Koperasi dan UKM

YOUNGSTERS.id - Kebijakan pajak yang diterapkan kepada koperasi, serta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dinilai bisa menekan dua sektor ini. Pemerintah, seharusnya memberikan insentif dan membebaskan pajak pada UKM. UKM dinilai telah memberikan sumbangan besar bagi perekonomian Indonesia dan penciptaan lapangan pekerjaan.“Koperasi dan usaha kecil saat ini terasa semacam digencet pajak oleh pemerintah. Kalau perlu, justru yang diberikan itu pembebasan pajak (tax free),” kata FX Juniono Sekretaris Induk Koperasi Kredit, dalam acara “Seminar dan lokakarya koperasi dan keadilan pajak “ yang dilansir vivanews, Selasa (23/2/2016) di Jakarta.

Menurut Joniono pajak final yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas penghasilan dari usaha yang diterima, atau diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu.

Beleid ini mengenakan pajak sebesar satu persen kepada pelaku UKM yang beromzet kurang lebih Rp4,8 miliar setahun.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis, Suroto, mengatakan bahwa Undang Undang No. 36 Tahun 2008 tentang PPh mengenakan PPh kepada badan usaha, termasuk koperasi. Menurut dia, pengenaan pajak koperasi itu tidak adil.

“Koperasi secara mendasar jelas berbeda dengan tujuan dari badan usaha yang mengejar keuntungan (profit company),” kata Suroto.

Sistem perpajakan ini bisa membuat koperasi dan UKM kehilangan daya saing. Sekretaris Umum Koperasi Trisakti, Mochammad Sobirin, mengatakan negara tetangga seperti Filipina, telah membebaskan pajak terhadap pendapatan koperasi yang berasal dari transaksi anggotanya.

Lalu, ada juga Singapura yang membuat kebijakan di mana koperasi diminta memajaki dirinya sendiri dengan menyetorkan bagian keuntungan koperasi untuk membiayai kegiatan pelatihan, riset, dan pengembangan koperasi.

“Dananya dikelola lewat mekanisme trust fund,” kata Sobirin.

Dia pun meminta pemerintah dan parlemen, agar merevisi regulasi pajak dan koperasi. Kalau perlu, kata Sobirin, perlu ada kebijakan khusus kepada koperasi dan UKM dalam bentuk paket kebijakan ekonomi.

“Selama ini, belum menyentuh permasalahan koperasi dan UKM,” kata dia.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY