Asperindo Siap Hadapi MEA

Industri logistik harus siap menghadapi MEA (foto : Ilustrasi/Antara)

YOUNGSTERS.id - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah diberlakukan.  Menghadapi tantangan itu Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) terus menciptakan inovasi dan mendorong kerja sama strategis dengan anggota, serta bersinergi dengan para pemangku kepentingan.

“Untuk mempersiapkan diri dalam bisnis ekonomi di kawasan Asia Tenggara, semua pihak dituntut dapat bersinergi positif mengubah tantangan menjadi peluang emas,” kata Muhammad Kadrial Ketua Umum Asperindo dalam siaran pers Senin (21/3/3016) di Jakarta.

Untuk itu  Asperindo akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IX yang akan berlangsung pada 22-24 Maret 2016 di Grand Cempaka Resort, Cipayung, Kab. Bogor. Munas itu mengangkat tema “Asperindo Siap Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Pasar Bebas ASEAN”.

Menurut Kadrial, kalangan regulator (pemerintah) dan pelaku industri harus membenahi sistem industri logistik, khususnya pada regulasi, infrastruktur, dan teknologi. Apalagi, diproyeksikan industri ekspres, pos dan logistik akan mengalami pertumbuhan lebih dari 14%. Hal itu sejalan dengan perkembangan bisnis eCommerce serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Asperindo memprediksi pertumbuhan bisnis eCommerce akan mencapai 40% atau menyumbang 25% dari seluruh pertumbuhan industri logistik nasional yang diperkirakan mencapai 15,2% hingga 2019,” katanya.

Berdasarkan Euromonitor International, lembaga riset asal Inggris, perdagangan ritel online di enam negara Asia Tenggara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Vietnam masih kurang dari 1%. Padahal di Tiongkok dan Amerika perdagangan online mencapai 10,6% dan 8,3% dari total penjualan ritelnya.

Dari enam negara Asia Tenggara, Indonesia sejak 2014 berada di peringkat pertama sebagai negara dengan pasar eCommerce terbesar di Asean. Tahun lalu, penjualan online di Indonesia mencapai 1,1 miliar dolar AS. Euromonitor memperkirakan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) penjualan online di Indonesia pada 2014-2017 ada di angka 38%.

 

STEVY WIDIA