Akuisisi Startup India, Go-Jek Ingin Masuk ke Industri Kesehatan?

Startup Indonesia Go-Jek mengakuisisi startup India, Pianta. (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Baru-baru ini Go-Jek mengakuisisi Pianta, startup marketplace untuk layanan kesehatan di rumah yang bermarkas di Bengaluru, India. Akuisisi ini kabarnya akan dapat membantu Go-Jek untuk masuk ke dalam industri kesehatan.

“Go-Jek akan meluncurkan produk kesehatan on-demand untuk menyelesaikan masalah pengantaran dan logistik produk kesehatan, yang merupakan kelebihan Pianta,” kata Managing Director, Go-Jek Engineering India, Sidu Ponnappa yang dilansir Economic Times, India baru-baru ini. Sayang nilai akuisisi tidak dibuka untuk umum.

di India, Go-Jek tidak menawarkan layanan apapun. Mereka hanya memiliki pusat teknik di Bengaluru. Di sana, mereka mempekerjakan 60 orang.

“Tim inti Pianta pernah bekerja di Ola dan Flipkart. Keahlian mereka dalam hal logistik dan keuangan sejalan dengan tujuan kami dan apa yang kami ingin capai dalam beberapa kuartal ke depan,” kata Ponnappa.

Pianta didirikan di tahun 2015 oleh Swaminathan Seetharaman, Ganesh Subramanian, dan Nitin Agarwal. Seetharaman dan Subramanian merupakan mantan pekerja Ola sementara Agarwal dulu pernah bekerja di Flipkart. Ola merupakan perusahaan transportasi berbasis aplikasi di India sementara Flipkart merupakan e-commece yang berbasis di India.

“Kita bertemu berkat teman dan sadar bahwa keinginan Go-Jek merupakan keahlian kami,” kata Co-founder Pianta, Seetharaman.

Didirikan di tahun 2010, Go-Jek memiliki armada sepeda motor alias ojek untuk mengantar para penumpangnya Meski dikenal sebagai perusahaan transportasi berbasis aplikasi, Go-Jek — yang didukung oleh Sequoia Capital dan DST Global — juga menawarkan jasa pengantaran makanan dengan Go-Food dan barang sehari-hari dengan Go-Mart.

Di bulan Agustus kemarin, Go-Jek mendapatkan investasi sebesar USD550 juta atau sekitar Rp7,2 triliun, menjadikannya startup unicorn pertama di Indonesia.



STEVY WIDIA

NO COMMENTS

Leave a Reply