Agar Sukses, Startup Perlu Memiliki Ide Unik dan Berkolaborasi

Agar Sukses, Startup Perlu Memiliki Ide Unik dan Berkolaborasi (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kembali digelar untuk menjaring bibit-bibit entrepreneur muda. Kali ini penyaringan ide bisnis digelar di Kota Pahlawan Surabaya, pada Sabtu, 3 September 2016 lalu.

Tepatnya di Gedung Pascasarjana ITS, sebanyak 200 peserta mengikuti gelaran bertema The Digital Energi Of Asia. Dalam event ini, para entrepreneur muda akan digodok lewat beberapa program. Antara lain: igniton, workshop, hackathon, bootcamp, dan incubation. Diharapkan, melalui gerakan ini akan mampu melahirkan 1000 startup di tahun 2020 untuk mewujudkan Indonesia The Digital Energi Of Asia.

Acara tersebut turut menghadirkan sejumlah pelaku startup yang telah sukses menjalankan bisnis di Tanah Air. Antara lain: Yohan Totting (inisiator Fowab), Calvin Kizana (CEO PicMix), Gibran Huzzaifah (CEO eFishery), Rama Notowidigdi (COP Go-Jek), Vikra Ijas (CMO Kitabisa.com), dan Sanny Gadaffi (CEO 8Villages).

Bagaimana mengembangkan startup yang sukses? Yohan berbagi pengetahuan kepada para peserta. Menurutnya, untuk mengembangkan sebuah ide awal perlu adanya kreativitas dan pengembangan ide unik yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Ide-ide unik ini dapat muncul kapan dan dimana saja. Namun, itu semua belum tentu baru dan dapat bersaing dengan ide lain. “Coba ketik ide tersebut di Google. Mungkin anda akan menemukan ribuan ide serupa yang telah diwujudkan di beberapa daerah,” tuturnya.

Disebutkan Yohan, untuk mendapatkan ide yang betul-betul cemerlang, ia banyak melakukan traveling dan menggali kekayaan daerah yang ia kunjungi. Ia juga banyak bertukar pikiran dengan pihak lain, termasuk banyak berinteraksi dengan penduduk lokalnya. “Menggali ide dari berbagai perspektif akan membuat anda mudah untuk melahirkan suatu solusi yang lebih efektif menyelesaikan sebuah masalah,” ungkap Yohan.

Selain memiliki ide cemerlang, CEO Tees.co.id, Aria Rajasa, menyarankan: jika ingin sukses, startup juga mesti berkolaborasi dalam membuat inovasi. Salah satu cara untuk mendapatkan pengakuan publik adalah bekerjasama dengan perusahaan yang telah lama terkenal. “Pengalaman saya kerjasama dengan Disney membuat tawaran kerjasama saya diterima oleh Pokemon Go,” ujar pria yang pernah memenangkan International Young Creative Entrepreneur (IYCE) itu.

Hal senada turut dikemukakan oleh Sanny Gadaffi. Ia mengaku selalu konsisten dalam membangun sebuah kerjasama. Prinsip berkolaborasi telah ia jadikan sebagai gaya hidup sehari-hari. “Saat ini ekosistem startup telah terbentuk, pemerintah juga mendukung dengan adanya coworking space. Tinggal bagaimana kita mengolahnya,” tegas Sanny.

 

FAHRUL ANWAR

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY