Teh Herbal Bunga Pinus Inovasi UM Magelang

Teh herbal bunga pinus dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Magelang. (Foto: Antara/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Tim mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) berhasil mengolah bunga pinus menjadi teh kantong herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Hasil penelitian ini tertuang dalam proposal pengabdian masyarakat berjudul “Tekas Bina Mekanist”. Proposal itu berhasil lolos seleksi Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Tahun 2017 bersama 27 proposal mahasiswa UM Magelang lainnya.

Ketua tim Hanik Musyarofah di Magelang, Selasa, mengatakan menggelar kegiatan di Dusun Bulu Duwur, Ropoh, Kepil, Wonosobo yang banyak ditumbuhi pohon pinus dan menghasilkan bunga pinus (strobilus betina).

Ia menyampaikan kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan dengan melibatkan kelompok peningkatan produktivitas ekonomi perempuan (PPEP) di Dusun Bulu Duwur yang diikuti 30 peserta.

“Bunga pinus hanya dimanfaatkan sebagai among geni atau untuk menyalakan api ketika akan memasak. Bahkan tidak jarang bunga pinus hanya dibiarkan membusuk begitu saja oleh masyarakat sekitar,” kata Hanik.

Ia menuturkan berawal dari keprihatinan tersebut, pihaknya kemudian melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di dusun tersebut. Berdasarkan penelitian ilmiah terbukti bahwa teh herbal bunga pinus mampu meningkatkan imunitas tubuh. Timnya beranggotakan Siti Mudayanah, Wulan Septiani, dan Irna Listiyani

Menurut dia, bunga pinus yang kaya antioksidan juga bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan, menjaga tubuh tetap fit, menjaga kecantikan kulit, melindungi dan meningkatkan fungsi organ tubuh, dan pertumbuhan tubuh.

Cara memproduksinya cukup mudah mulai dari proses pemotongan bunga, pencucian, penjemuran, penyangraian, penumbukan, dan pengemasan kantong serta kardus.

Hanik berharap pelatihan pembuatan teh kantong herbal di Dusun Bulu Duwur itu diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat yang mudah terserang penyakit sehingga mencetak generasi muda yang memiliki sumber daya manusia lebih baik.

Selain itu, katanya kegiatan pengabdian tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga Dusun Bulu Duwur.

Menurut dia, warga sangat antusias dengan adanya pelatihan tersebut, karena barang yang semula mereka anggap tidak berguna ternyata memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY