Siswa SMK di Bandung Buat Kunci Rumah Dengan e-KTP

Siswa SMK Negeri 2 Bandung menciptakan sistem keamanan yang menggunakan e-KTP sebagai kunci akses. (Foto: Tribunne/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Keamanan adalah hal penting bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dua siswa SMK Negeri 2 Bandung membuat solusi sistem akses keamanan rumah berbasiskan e-KTP.

Adalah Wildan Pangestu dan Ajizah Fathonah, dua siswa kelas tiga SMK Negeri 2 Bandung menciptakan sistem keamanan yang menggunakan e-KTP sebagai kunci akses. Sistem ini dibuat dengan menggunakan sejumlah perangkat sederhana, salah satunya bernama Arduino Uno, sebagai otak dari sistem keamanan ini. Dengan sistem keamanan ini, pengguna harus menempelkan e-KTP pada sensor yang terpasang di sebelah pintu pengguna sistem ini. Sistem akan memberikan akses dan membuka pintu kepada e-KTP yang telah terdaftar, dan memicu suara alarm jika e-KTP tidak terdaftar.

Wildan mengaku membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mempelajari e-KTP, dan lebih dari 10 hari untuk menguji dan menyempurnakan sistem ini. Karya Wildan dan Ajizah yang mengusung nama Kunci Rumahku Pakai e-KTP ini juga berhasil menjuarai Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia SMK, pada September lalu.

Sementara itu, guru pembimbing Wildan dan Ajizah dalam proyek ini, yaitu Agus Hendrik menyebut, pemilihan e-KTP sebagai kunci disebabkan oleh penyematan chip pada kartu tanda penduduk Indonesia tersebut. Chip ini disebut memiliki mengandung 14 angka yang dapat diliat menggunakan alat sensor khusus.

“Alat ini sangat aman, dikarenakan rekaman yang kita gunakan adalah nomor, angka yang di dalam e-KTP. Jika e-KTPnya tersebut memiliki chip, maka akan muncul digit angka yang kita rekam, sebagai akses masuknya,” jelas Agus Hendrik.

Selain itu, sistem keamanan ini juga dilengkapi dengan daya cadangan, ditujukan sebagai antisipasi jika listrik di rumah pengguna sistem ini terputus. Baik Wildan, Ajizah dan Agus berharap, sistem yang masih dalam pengembangan tersebut dapat segera dipatenkan, sehingga digunakan oleh masyarakat.

(Berbagaisumber/STEVY WIDIA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY