Pare Bisa Atasi Jentik Nyamuk DBD

Mahasiswa Fakultas Biologi UGM berhasil menemukan larvasida dari buah dan biji pare. (Foto: ugm.ac.id/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Namun alam Indonesia ternyata memiliki bahan untuk mengatasi masalah tersebut. Bahan itu adalah buah dan biji pare yang dapat membunuh jentik nyamuk DBD.

Data Kementerian Kesehatan mencatat, masih terjadi sebanyak 7.244 kasus DBD di Indonesia selama tahun 2015. Berbagai upaya upaya pencegahan dilakukan untuk meminimalkan DBD di masyarakat. Salah satunya dengan pemberian abate. Namun kini bahan alami seperti buah dan biji pare dapat menjadi alternatif membunuh nyamuk DBD.

Adalah lima mahasiswa Fakultas Biologi UGM berhasil menemukan larvasida yang mampu mengendalikan jentik nyamuk ramah lingkungan serta tidak menimbulkan resistensi. Mereka adalah Ayu Safitri, Nilahazra Khoirunnisa, Syindi Ariska FP, Diyah Tri Utami, dan Adhestya Alfiani yang membuat larvasida dari buah dan biji pare (Mommordica charantia L).

“Dalam buah dan biji pare mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid yang cukup tinggi. Keempat senyawa itu memiliki kemampuan untuk membunuh jentik nyamuk,” ungkap Diyah, yang dilansir laman UGM baru-baru ini.

Untuk mengetahui efektivitas buah dan biji pare dalam membunuh larva, mereka melakukan penelitian dalam skala laboratorium pada jentik Aedes aegypti. Nyamuk yang mereka gunakan diperoleh dari Balai Litbang P2B2 Banjarnegara. Jentik nyamuk tersebut selanjutnya direndam dalam ekstrak biji dan juga ekstrak buah pare yang telah dilarutkan dengan etanol. Perendaman dilakukan selama 48 jam. Hasilnya menunjukkan bahwa bahwa ekstrak buah dan biji pare mampu membunuh jentik nyamuk.

“Hasil optimal untuk pemberian ekstrak buah pare pada konsentrasi 0,2 gr/100ml mengakibatkan kematian larva hingga 100 persen. Sementara untuk biji pare dengan konsentrasi lebih tinggi yaitu 0,5 gr/100ml,” tambah Ayu.

Mereka menerangkan bahwa senyawa tersebut bisa mematikan syaraf dan menyerang sistem pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian pada hewan-hewan kecil seperti jentik nyamuk. Penggunaan buah dan biji pare dalam membunuh jentik nyamuk DBD, terbukti efektif dalam memberantas perkembangbiakan nyamuk DBD.

“Penggunaan larvasida kimia terbukti mampu mengendalikan jentik atau larva nyamuk Aedes aegypti. Namun, penggunaan secara terus-menerus dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti menyebabkan resistensi, pencemaran lingkungan, serta persoalan kesehatan masyarakat karena efek karsinogenik dari abate,” terang Diyah lagi.

Sementara penggunaan buah dan biji pare meminimalisasi penggunaan bahan kimia dalam memberantas jentik nyamuk DBD. “Buah dan biji pare ramah lingkungan,” ujar Ayu.

Mereka berharap adanya penelitian ini nantinya bisa memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat mengenai alternatif pengendalian demam berdarah dengan menggunakan buah dan biji pare. “Ke depan masih dibutuhkan sejumlah penelitian lanjutan terhadap buah dan biji pare sebagai alternatif larvasida guna mengetahui efeknya pada organisme lain,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY