Mesin Sentrik Bagi UKM

Tim mahasiswa ITS dengan mesin sentrik. (Foto: ITS/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Paganan keripik merupakan salah satu produk hasil usaha kecil dan menengah (UKM). Dalam proses pengolahannya, terutama dalam penirisan jika dilaukan manual memakan waktu. Untuk lebih memudahkan itu, sekelompok mahasiswa ITS membuat mesin sentrik.

Masyarakat kini tidak perlu khawatir meniriskan makanan sejenis keripik. Pasalnya, mahasiswa ITS telah menawarkan cara yang lebih efektif melalui mesin sentrifugal dan teknologi vakum. Alat tersebut membuat tirisan makanan tidak perlu lagi menggunakan cara manual yaitu meletakkan ke wadah lalu menunggu hingga minyak tak lagi menetes.

Mesin ini dibuat oleh Armanda Siryogiawan, Ashwin Showabi, Anton Putra Widyatama, Anisa Ambarwati, dan Nabilah Nurdianah dari akhir maret hingga awal juli lalu. Mereka telah melakukan uji coba pada salah satu UKM yang memproduksi rempeyek. Saat uji coba, mesin ini mampu meniriskan minyak 20 rempeyek hanya dalam waktu tiga menit.

Dijelaskan Armanda, ketua tim, ketika uji coba dilakukan, pemilik UKM merasa puas dengan kinerja mesin.

“Hasil rempeyeknya juga berbeda menggunakan mesin sentrik. Tidak ada minyak dan lebih gurih,” kata pria yang berkuliah di Departemen Diploma Tiga Mesin Industri ITS ini ditemui di kampus ITS belum lama ini.

Apabila tidak menggunakan mesin sentrik, Armanda mengatakan produksi UKM yang ditemui akan melambat dan rempeyek bisa jadi melempem. “Waktunya bisa sampai satu hingga dua jam hanya untuk meniriskan minyak. Sedangkan mesin ini bisa melakukan dalam hitungan menit tergantung banyaknya rempeyek,” jelas Armanda.

Selama uji coba sendiri, mesin ini berhasil mengolah 20 rempeyek dalam waktu hanya tiga menit. Dalam waktu tersebut, sebanyak tiga gram minyak tertiriskan dan lima rempeyek pecah. Saat waktunya diubah menjadi tujuh menit, massa minyak yang tertiriskan menjadi enam gram dan tujuh buah rempeyek pecah.

Menurut Armada, apabila tidak menggunakan mesin sentrik, produksi UKM yang ditemui akan melambat dan rempeyek bisa jadi melempem.

“Waktunya bisa sampai satu hingga dua jam hanya untuk meniriskan minyak. Sedangkan mesin ini bisa melakukan dalam hitungan menit tergantung banyaknya rempeyek,” kata Armanda.

Mesin sentrik ini merupakan penyempurnaan dari mesin spinner peniris minyak yang sudah ada. Namun mesin spinner tersebut memiliki kelemahan tidak dapat digunakan untuk meniriskan minyak pada olahan keripik yang mudah pecah.

Mesin berbentuk balok ini menggunakan transmisi pulley and belt dan penggerak motor listrik seperempat paardechracht (PK).

 

FAHRUL ANWAR