Menggunakan Bahan Bekas, Anak SMK Ciptakan Robot Penjinak Bom

Menggunakan Bahan Bekas, Anak SMK Yapan Sukabumi Ciptakan Robot Penjinak Bom (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Memanfaatkan bahan yang sudah tak digunakan lagi, para pelajar SMK Yapan di Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berhasil membuat robot penjinak bom, bernama “Jihandak”.

“Untuk membuat robot ini kami memanfaatkan barang bekas seperti printer, webcam, accu sepeda motor, dan mainan anak,” kata Pascal, salah seorang pelajar yang tergabung dalam tim pembuat robot penjinak bom kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut Pascal, butuh waktu hampir satu tahun untuk membuat Jihandak ini. Cukup rumit membuat robot penjinak bom itu. Beberapa kali mereka gagal. Tapi setelah beberapa kali uji coba, akhirnya robot itu bisa beroperasi sesuai rencana.

Robot penjinak bom itu bisa bergerak ke mana saja karena menggunakan roda yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Termasuk bisa mengintai situasi di lapangan, karena dilengkapi kamera. Alat pengendalinya menggunakan laptop. Robot itu juga dilegkapi alat penjepit yang bisa berfungsi memindahkan bom ke tempat jauh.

“Hasil karya kami ini mudah-mudahan bisa bermanfaat,” ucap Pascal. “Ke depan, kami akan membuat robot lainnya. Tim sudah merencanakan membuat robot pengintai udara yang bisa terbang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK Yapan Parakansalak, Giri Rakasiwi, mengatakan hasil karya anak didiknya merupakan hal baru karena mereka memanfaatkan bahan bekas yang sudah tak terpakai. Apalagi biaya yang dikeluarkan relatif cukup kecil, hanya Rp 2 juta. “Kalau menggunakan bahan baru, biayanya ditaksir bisa mencapai Rp 20 juta,” ucap Giri.

Nantinya, robot buatan anak-anak asuhnya itu diharapkan bisa membantu tugas kepolisian seandainya ada barang yang dicurigai bom. Pasalnya, robot dilengkapi dengan alat penjepit yang bisa memindahkan barang dicurigai bom itu, bahkan meledakkannya. Robot juga dikendalikan dari jarak jauh.

“Ide pembuatan robot penjikan bom ini sebetulnya terinspirasi ketika terjadi ledakan bom buku beberapa waktu lalu yang melukai anggota kepolisian,” tukas Giri.

 

ANGGIE ADJI SAPUTRA