Lumpur Jadi Bahan Pengikat Limbah Beracun

Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Yulinar Dwi Nur Azizah. (Foto: its.ac.id/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Lumpur ternyata dapat dimanfaatkan menjadi media pengikat racun (bioabsorben) untuk limbah industri baterai. Inovasi ini ditemukan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Yulinar Dwi Nur Azizah. Hasil penelitiannya ini pun menjadi juara tiga dalam lomba Cipta Guna Limbah Nusantara 2016 di Universitas Sriwijaya.

Yulinar, Mahasiswa Departemen Kimia mengatakan bahwa lumpur yang ia gunakan merupakan lumpur limbah hasil industri penyamakan kulit. Ternyata, ia mengaku bahwa ide untuk memakai limbah lumpur hasil industri penyamakan kulit tersebut muncul saat ia mengingat kampung halamannya, Mojokerto.

“Di sekitaran rumah saya banyak industri penyamakan kulit dan menghasilkan limbah lumpur. Sayang kurang terolah dan termanfaatkan, padahal lumpur tersebut memiliki potensi,” ucap Yulinar yang dilansir itc.ac.id. Setelah diteliti, lanjutnya, lumpur tersebut merupakan limbah organik yang memilki gugus fungsi dan mampu mengikat logam berat seperti Kobalt, Nikel, Kadmiun dan Seng.

“Logam berat ini biasanya banyak terkadung dalam limbah industri batrai. Mereka bersifat merusak lingkungan. Sehingga perlu ada sebuah langkah solutif untuk menanggulanginya. Karena itu kita mencoba membuat penelitian dengan ini,” jelas Alumnus SAMN 1 Puri ini.

Tak disangka, hasil uji coba skala lab yang dilakukan oleh Yulinar mendapat hasil yang cukup memuaskan. Dari skala efektivitas 100 persen, olahan lumpurnya ternyata mampu mengikat limbah dengan nilai diatas 90 persen. Sehingga tak heran, penelitiannya ini pun berhasil menyabet juara tiga dalam lomba Cipta Guna Limbah Nusantara di Universitas Sriwijaya tahun 2016.

Berawal dari pengalaman tersebut, Yulinar mengaku ketagihan dengan dunia tulis-menulis karya ilmiah. Bahkan ia mengaku telah memutuskan untuk menekuni bidang ini. Perempuan kelahiran 30 Juli 1996 pun mengaku sempat menyesal lantaran baru menemukan dunia penelitian di semester lima.

FAHRUL ANWAR

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY