Kotak P3K Berbasis Android Karya Mahasiswa UI

Kotak P3K Berbasis Android Karya Mahasiswa UI (Foto: dok. UI/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Sekelompok mahasiswa UI mengembangkan inovasi telehealth. Mereka mengubah kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) menjadi Nursing and Emergency Assistance Box (NURAB) atau “sikotakbiru”.

Alat NURAB ini merupakan family telehealth assistance yang berbentuk kotak penyimpanan obat-obatan dan bahan pertolongan pertama, dilengkapi alat pengukur tekanan darah otomatis, dan ditanamkan berbagai macam aplikasi kesehatan.

NURAB memiliki empat aplikasi dasar, yaitu iklas (iklan sehat) untuk mengingatkan keluarga secara terus menerus mengenai berbagai macam tips dan informasi kesehatan, penyakit yang banyak terjadi di daerahnya, serta promosi produk dan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.

Selain itu, ada visa (video sehat) untuk menyediakan berbagai video pertolongan pertamadanketerampilandasarkesehatan yang dibutuhkan di rumah; topan (tombol panik) untuk menghubungi pihak ambulance terdekat dan memberikan rute tercepat ke tempat kejadian; dan aplikasi tubat (waktu berobat) untuk mengingatkan waktu minum obat dan konsultasi.

NURAB dilengkapi layar touchscreenGlobal Positioning System (GPS), jaringan internet seluler, wifi, dan port USB untuk pengembangan embedded system yang menghubungkan NURAB dengan berbagai alat monitoring kesehatan lainnya.

NURAB dibekali OS Android, SMS/telepon, dan memiliki server (nurab.web.id) untuk aplikasi-aplikasinya. “Kami juga membuat model SNURAB yang dapat dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah,” katanya, seperti dilansir dari laman UI.

NURAB berpotensi tinggi untuk dikembangkan menjadi telehealth consultant. Saat ini mereka sedang dalam pembuatan aplikasi chat-sehat. Aplikasi ini direncanakan akan mampu menjadi sarana konsultasi dan monitoring populasi rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Pasien dapat berkonsultasi via teks atau video call dengan petugas kesehatan. Selain itu, hasil pembacaan tanda-tanda vital pasien di rumah dapat langsung dikirimkan ke petugas kesehatan yang berwenang. Hal ini akan sangat membantu puskesmas, rumah sakit, atau klinik dalam pengawasan pasiennya.

 

ANGGI ADJI SAPUTRA

2 COMMENTS

  1. Perkenalkan tim kami Telehealth Indonesia. Ketua: Sigit Mohammad Nuzul, anggota; Ahmad Zaki Anshori & Suluh Tri Utomo.
    Dan prototipe tersebut baru 75% karna telehealth consultant masih dikerjakan pada project lomba inovasi di bulan Oktober. Kami membuka kesempatan bagi pihak investor yg berminat dalam penyelesaian project family telehealth ini, untuk info business feasibility and business plan silahkan hubungi kami di 082348371262 (sigit), nurabpkm@gmail.com.

  2. Perkenalkan tim kami Telehealth Indonesia. Ketua: Sigit Mohammad Nuzul, anggota; Ahmad Zaki Anshori & Suluh Tri Utomo.
    Dan prototipe tersebut baru 75% karna telehealth consultant masih dikerjakan pada project lomba inovasi di bulan Oktober. Kami membuka kesempatan bagi pihak investor yg berminat dalam penyelesaian project family telehealth ini, untuk info business feasibility and business plan silahkan hubungi kami di 082348371262 (sigit), email: nurabpkm@gmail.com.

Leave a Reply