Inovasi Penyaring Jelantah UB Raih Medali Emas IYIA

Tim Universitas Brawijaya pembuat Zuvier Purify Oil Filter. (Foto; prasetya.ub.ac.id/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan sebuah alat yang mampu menyaring minyak jelantah menjadi minyak siap pakai. Berkat inovasi tersebut, mahasiswa dari jurusan teknik mesin dan teknik kimia itu berhasil meraih penghargaan berupa medali emas pada kompetisi internasional The 3rd International Young Inventors Award (IYIA).

Alat yang diberi nama Zuvier Purify Oil Filter ini merupakan karya Indra Baran, Sofia Afifah A, Yuyun Drupadi AA, Mohammad Rizal Fauzi, Linggar Gara Putra S, dan Neila Nabilah.

“Kami menganalisi adsorbent apa yang dapat menyerap kadar FFA lemak jenuh yang terkandung dalam minyak jelantah hingga minyak hasil penyaringan bisa dipakai kembali,” terang Sofia dilansir dari laman UB, Minggu (11/9/2016).

Sofia menuturkan, hasil riset timnya telah diuji coba di Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Hasil uji coba pun menunjukkan hasil yang memuaskan dan memenuhi standar SNI.

“Kami juga menganalisis bahan-bahan apa saja yang layak dan tidak menimbulkan bahaya jika digunakan,” ucapnya.

Sedangkan Indra memaparkan, mekanisme kerja alat terdiri atas tiga proses, yakni pemanasan, pengadukan, dan penyaringan. Ketiga proses tersebut kemudian digabungkan menjadi enam bagian, yakni di setiap bagian ditempatkan pada setiap wadah yang berbeda.

“Setelah tersaring di filter pertama, pompa vakum akan menyala agar minyak dari filter pertama mengalir ke dalam filter kedua. Pada filter kedua ini terjadi proses pemanasan hingga suhu minyak mencapai 150 derajat Celsius. Gunanya untuk menghilangkan air, karena pada suhu 100 derajat Celsius air akan berubah fase,” jelasnya.

Di filter ketiga sampai kelima, lanjut Indra, terdapat proses pemanasan dan pengadukan selama satu jam dengan suhu 150 derajat Celsius. Menurut dia, pada filter keempat itu terdapat arang aktif yang berfungsi sebagai bahan yang dapat mengurangi kadar logam pada minyak jenuh. Sedangkan pada filter kelima terdapat bentonit sebagai pemurni minyak dari segi warna.

“Pada filter tiga, empat, dan lima semua proses sama, hanya saja berbeda bahan yang ada di dalamnya, lalu filter keenam adalah hasil produk yang disaring kembali agar minyak yang dihasilkan benar-benar bersih dari padatan,” imbuhnya.

Untuk itu, mereka berhasil mengungguli 100 tim dari sejumlah Negara pada pada kompetisi internasional The 3rd International Young Inventors Award (IYIA) dan meraih medali emas.

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY