Inovasi Alga Cokelat Untuk Terapi Pasca Stroke

Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) teliti alga cokelat untuk terapi stroke. (Foto: dok.UB/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Selama ini, alga cokelat seringkali dianggap menjadi tanaman pengganggu. Namun hasil penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) mendapati alga cokelat mempunyai kandungan yang mampu menyembuhkan penyakit. Bahkan efektif untuk terapi pasca stroke.

Belakangan ini terapi pemulihan pasca stroke terus dikembangkan. Terapi hipotermia dan stem cell yang dilakukan dinilai masih belum efektif. Selain tidak bisa mengembalikan fungsi otak juga membahayakan bagi jiwa pasien.

“Terapi pasca stroke yang selama ini dijalankan hanya untuk menunda gejalanya, selain itu terapi hipotermia kami anggap membahayakan pasien karena menggunakan suhu ekstrim sehingga bisa merusak tubuh,” kata anggota tim peneliti Erna Nur Fitria, yang dilansir Humas UB, belum lama ini di malang. Bersama Erna, ada Ridlo Ruditya Putra, ada Ria Sherliana, Dhanang Puruhita, dan Edvin Prawira Negara.

Penelitian berjudul PSICO-ART atau Post Ischemic Stroke Development- Acceleration and Regeneration Therapy, menyimpulkan bahwa alga coklat yang mempunyai kandungan fukoidan sebanyak sepuluh persen ternyata mampu mengembalikan fungsi otak penderita stroke.

Dhanang anggota peneliti menambahkan fukoidan yang diambil dari alga coklat dikeringkan, diambil ekstraknya, dan diolah menjadi cairan yang kemudian diteteskan secara oral kepada pasien.

Cairan fukoidan yang dimasukkan secara oral akan meregenerasi sel-sel yang rusak sehingga diharapkan bisa memulihkan kembali fungsi organ tubuh .

“Proses pemberian secara oral kami anggap tidak menyakiti tubuh pasien karena tanpa operasi,”katanya.

Sementara ini, kata Ria, peneliti lainnya, pengujian masih dilakukan dengan hewan coba tikus wistar dan memberikan hasil yang positif terhadap tikus yang dibuat stroke.

“Setelah kami berikan cairan fukoidan sebanyak satu kali sehari dalam jangka waktu dua minggu ternyata tikusnya bisa kembali berjalan normal. Hal ini terbukti tikus yang kami buat stroke bisa melewati anak tangga seperti layaknya tikus normal,”katanya.

Untuk diterapkan kepada manusia, dia menegaskan, masih perlu dilakukan penelitian lagi terutama untuk pengujian keamanannya.

Dibawah bimbingan Yuyun Yueniwati PW,dosen FK UB, PSICO-ARTmasuk ke dalam kategori Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian (PKM-P)

STEVY WIDIA