Duo Serigala, Alat Bantu Pendakian Gunung

Alat Duo Serigala karya mahasiswa Sekolah Vokasi (SV) Universitas Gadjah Mada (UGM raih penghargaan The 6th International Symposium on Technology for Sustainability (ISTS) 2016. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Ramadhan Chairan Maulana Mar, mahasiswa Sekolah Vokasi (SV) Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat penelitian pengembangan alat yang membantu pendaki dalam mengakses informasi cuaca di sekitar gunung. Alat yang diberi nama Duo Serigala itu meraih penghargaan dalam The 6th International Symposium on Technology for Sustainability (ISTS) 2016.

Alat yang dinamai dengan Arduino based Safety Information Guidance for Climbers atau yang disebut dengan Duo Serigala ini dapat menampilkan informasi cuaca di sekitar gunung meliputi keadaan suhu, kelembaban, serta tekanan udara.

“Alat ini bisa menampilkan level keamanan dan dampak kesehatan dari informasi terkait,” jelas Ramadhan, dilansir laman ugm.ac.id baru-baru ini.

Alat Duo Serigala ini lahir dari Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) UGM 2016. Kelompok ini dikembangkan oleh Ramadhan bersama dengan Barru Kurniawan, Elok Nadia Alifah, Oki Surya Pratama, dan Rizka Apriliantini yang juga berasal dari SV UGM.

Ramadhan menjelaskan, pengembangan Duo Serigala ditujukan untuk membantu para pendaki saat melakukan pendakian dengan memberikan petunjuk informasi keselamatan bagi para pendaki. Meskipun telah ada alat petunjuk informasi di beberapa pegunungan Indonesia, tetapi baru berupa CCTV yang fungsinya difokuskan untuk memantau aktivitas vulkanik.

Selain memberikan informasi keadaan cuaca di sekitar gunung, alat ini pun dilengkapi fitur penunjuk arah navigasi ke puncak ataupun titik awal pendakian. Bahkan, ada tambahan fitur tombol S.O.S untuk meminta bantuan saat membutuhkan pertolongan segera. Fitur ini bekerja dengan menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi data.

Ramadhan berharap dengan alat ini nantinya dapat membantu para pendaki dalam memantau keadaan sekitar. Dengan demikian dapat meminimalkan terjadinya kecelakaan saat pendakian.

Hasil penelitian ini sukses menyabet penghargaan sebagai Most Outstanding Oral Presentation ISTS 2016. ISTS merupakan simposium internasional yang diselenggarakan oleh SV UGM bekerjasama dengan National Institute of Technology (NIT) Jepang. Acara diadakan pada 5-12 Oktober 2016 di Yogyakarta dan diikuti sekitar 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dunia, diantaranya Jepang, Indonesia, Filipina, Finlandia, Malaysia, Singapura, serta Thailand.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY