Ciptakan “Droplock Turnstile Gate”, Dua Mahasiswa UI Raih Penghargaan Tingkat Dunia

Ciptakan “Droplock Turnstile Gate”, Dua Mahasiswa UI Raih Penghargaan Tingkat Dunia (Foto: Dok. UI/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Karya inovatif “Droplock Turnstile Gate” yang diciptakan dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI), mengantarkan mereka raih penghargaan di tingkat dunia.

Nabila Astari dan Stephanie Rawi, keduanya mahasiswi Fakultas Teknik UI (FTUI), berhasil menciptakan sebuah alat yang mampu mengonversikan energi yang terbuang dari putaran pintu tiga kaki di Halte TransJakarta menjadi energi listrik yang sanggup memenuhi kebutuhan listrik di halte.

Melalui “Droplock Turnstile Gate”, mereka berhasil meraih predikat Juara Dua Dunia pada ajang Kompetisi Go Green City Schneider Electric 2016 mewakili Indonesia di Paris pada (22/9/2016) pekan lalu.

“Kami menciptakan sebuah kotak berukuran sedang yang didalamnya terdapat sistem mekanikal untuk mengoptimalkan pendapatan listrik. Sistem mekanikal tersebut dirangkai dan diletakkan ke dalam pintu putar tiga kaki sehingga mampu menghasilkan energi ke genator dan mengonversikannya menjadi energi listrik,” kata Nabila, seperti dilansir laman UI.

Dijelaskan Nabila, gagasan awal temuan ini berangkat dari aktivitas yang dilakukan oleh penumpang TransJakarta saat melakukan tap kartu akses masuk halte TransJakarta. Saat melewati pintu tiga kaki, terdapat gerakan berputar yang menghasilkan energi. Energi yang terbuang tersebutlah yang dimanfaatkan oleh kedua mahasiswa UI ini untuk dikonversikan menjadi energi listrik.

“Kami sudah melakukan kalkulasi, jika diimplementasikan, alat ini mampu menghasilkan listrik hingga 15 kwh/hari,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Nabila, energi listrik tersebut akan mampu menghidupi perangkat card reader yang dipakai untuk membaca kartu akses masuk penumpang. Sedangkan sisa energi listrik yang dihasilkan dapat juga dimanfaatkan untuk charging spot, televisi, lampu maupun menyalakan listrik satu halte.

Nabila dan Stepahanie, yang tergabung dalam Tim Scraft UI, berhasil mengungguli tim Holoenergy dari Brasil yang meraih Juara ke-3. Sementara tim Anemoi dari Jerman berhasil meraih predikat Juara Pertama. Sebelum berangkat ke tingkat dunia, Nabilda dan Stephanie berhasil unggul di tingkat nasional dan Asia dengan berhasil mengalahkan 9 tim yang berasal dari Korea, Jepang, Taiwan, Thailand, Vietnam, Philipina, Singapore, Malaysia, dan Myanmar.

Kunci kemenangan tim Scraft UI ada pada orisinalitas ide, memenuhi unsur energi ramah lingkungan serta kesiapan alat ini untuk diimplementasikan ke pintu putar tiga kaki di halte-halte TransJakarta. Menurut Nabila, timnya telah mengajukan kerjasama dan pihak TransJakarta menyambut dengan baik gagasannya tersebut. Alat ini tidak hanya bisa dipakai halte TransJakarta melainkan di area layanan publik lainnya yang menggunakan pintu putar tiga kaki seperti stasiun dan tempat wisata.

“Kami berharap, ke depannya ada penelitian lanjutan terhadap alat ini agar menjadi lebih efisien dan dapat diproduksi secara massal serta didistribusikan ke seluruh Indonesia dan atau bahkan dunia,” tukas Nabila berharap.

 

FAHRUL ANWAR