Survey Shopback: 50% THR Direncanakan Untuk Belanja Online

Inge Kosasih, Vice President Marketing, ShopBack Indonesia. (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Berbelanja onlinemenjadi pilihan alternatif masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran tahun ini. Hal itu terlihat melalui survei konsumen online di Indonesia yang dilakukan oleh Shopback di lima kota besar.

Melalui survei yang digelar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan MakassarShopback mendapati, 78,30% responden menyatakan akan menambah jumlah pengeluaran guna mencukupi kebutuhan mereka selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Sebanyak 52,20% responden akan menggunakan dana THR untuk keperluan tersebut. Sebagian lagi merencanakan akan menggunakan tabungan (23,90%) atau gaji (23,90%).

“Ada 41% responden berencana menghabiskan 25-50% THR untuk berbelanja online. Sementara 28,9% responden bakal menghabiskan 51-75% jumlah THR yang mereka terima,” jelas Inge Kosasih, Vice President Marketing, ShopBack Indonesia saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Lebih lanjut, kata dia mengataka melihat data itu pengeluaran yang direncakan oleh konsumen untuk berbelanja online sangat beragam. Dimana sebanyak 64,60% responden mengatakan akan melakukan pengeluaran sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta. Sedangankan 34,40% lainnya berencana akan berbelanja online di kisaran Rp 100ribu hingga Rp 499ribu.

Bahkan menurut Inge, dari catatan Shopback launnya menyebuykan ada tiga jenis barang yang banyak dicari konsumen diantaranya mulai dari produk fashion, smartphone dan kebutuhan rumah tangga. Ini sejalan dengan data Google, di mana ketiganya banyak dicari saat bulan Ramadan.

Dari survei Shopback menunjukkan fashion diminati oleh 81,9% responden. Ada pun produk fashion paling diminati meliputi muslim baju koko (54,5%), gamis (53,1%) dan hijab (44,1%).

Kategori lainnya yang cukup ditunggu oleh konsumen belanja online meliputi elektronik (43,1%), makanan (40,7%), perabot rumah tangga (33,8%), groceries (32,4%), dan travel (31 ,9%).

“Produk-produk yang diminati rata-rata pendanaannya tidak diambil dari alokasi bujet harian. Kami melihat konsumen sepertinya akan memanfaatkan promo istimewa di bulan Ramadan untuk mendapatkan produk-produk impiannya,” tuntasnya.

FAHRUL ANWAR