Mengapa Startup RI Masih Sulit Masuk Pasar Modal?

Bursa Efek Indonesia. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Perkembangan pesat perusahaan berbasis startup teknologi di Indonesia terbilang baru. Meski sejumlah startup RI sudah mulai jadi perusahaan besar, tapi sampai sejauh ini belum ada satu pun yang sudah atau menyatakan rencana melantai di pasar modal.

Direktur Jakarta Founder Institute (JFI), Andy Zain, mengungkapkan Indonesia berbeda dengan negara-negara lain di mana startup sudah puluhan tahun berkembang. Sementara di Indonesia, startup teknologi baru berkembang sangat pesat beberapa tahun terakhir.

“Jadi kenapa di Silicon Valley banyak yang sudah IPO, sementara di Indonesia startup belum sama sekali. Apa bedanya? Dari sisi maturity industri startup di Amerika Serikat sudah 20 tahunan, seperti Amazon bahkan sudah 25 tahun, Google dan Facebook juga sudah puluhan tahun,” kata Andy belum lama ini.

Menurut dia ototitas pasar modal di sana juga sudah lebih mapan dibandingkan dengan Indonesia. Aturan-aturan pasar modal di Negara Paman Sam memudahkan startup untuk mencari tambahan modal di bursa.

“Mereka ada bursa sendiri untuk startup seperti di Nasdax. Perusahaan yang listing di sana juga sudah banyak sekali, sementara kita untuk pasar modal sendiri masih banyak orang belajar,” ungkap Andy.

Namun dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Indonesia pun sebetulnya tak tertinggal terlalu jauh. Meski startup sudah lebih berkembang, pasar modal dan pemerintah di negara-negara tetangga juga masih merancang skema terbaik IPO bagi startup.

“Di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina juga baru ngomong bagaimana bisa dijual di pasar modal. IPO itu kan bagaimana rise yang banyak sekali dalam waktu cepat. Sementara kalau dari institusi enggak cukup. Bahkan startup yang sudah besar di Indonesia seperti Tokopedia dan Gojek saja belum memikirkan untuk IPO,” pungkas Andy.

JFI merupakan lembaga yang selama ini melatih banyak startup pemula di Indonesia. Selain itu, JFI juga menjadi lembaga ventura yang mendanai sejumlah startup di Indonesia.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY