Lintasarta Gelar Innovative Academy Appcelerate di UGM

Fadli Wilihandarwo, Founder & CEO Pasienia.com di Innovative Academy Appcelerate di UGM. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Lintasarta perusahaan Information & Communication Technology (ICT) ini menjalin kerjasama dengan Universitas Gajah Mada menggelar program Innovative Academy Appcelerate. Ajang ini untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi wirausahawan muda.

SVP Central Indonesia Region Lintasarta, Engelbert R. Sangkilawang, menilai, para mahasiswa telah menunjukkan kematangannya dalam membangun startup yang memiliki nilai sosial dan juga nilai bisnis.

“Program seperti ini memang pernah juga kami lakukan di Bandung, tapi saya rasa baru UGM yang mempunyai bagian khusus untuk menangani pengembangan usaha dan inkubasi sehingga startup yang ada pun terlihat sudah benar-benar dipersiapkan dengan matang,” kata Engelbert dalam siaran pers baru-baru ini.

Innovative Academy Appcelerate merupakan sebuah program inkubasi dan akselerasi yang bertujuan untuk mengembangkan usaha startup bisnis digital binaan UGM dan memperbesar peluang startup untuk menjalankan usahanya secara berkesinambungan dan mandiri.

Program ini diikuti delapan startup binaan UGM, yaitu Pijar Piskologi, Villageria, Wemary, Muncak, Pasienia, Galanggo, Adsiconic, serta Iwak yang masing beranggotakan mahasiswa serta alumni UGM. Mereka menerima bantuan dana pengembangan serta mengikuti program mentoring untuk mempersiapkan startup hingga siap diluncurkan ke pasar yang lebih luas.

“Dari delapan tim yang telah presentasi, kami memutuskan bahwa yang lolos adalah semuanya, dan sesuai janji kami akan membantu untuk membuat startup ini bisa bertumbuh, dan memberikan modal pengembangan usaha startup,” kata Engelbert.

Menurut Hargo Utomo Direktur PUI, program ini diselenggarakan untuk membentuk mental mahasiswa menjadi wirausahawan muda yang tidak hanya bisa meraup profit tapi juga memiliki kepedulian terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat.

“Hari ini ada misi sosial dan bisnis yang di-blending jadi satu kegiatan yang konstruktif. Kami ingin menjadikan hubungan antara industri dan akademis sebagai hubungan simbiosis mutualisme bukan hanya transaksional semata,” imbuh Hargo.

STEVY WIDIA