Kominfo Perkenalkan Situs Sistem Rating Game

YOUNGSTERS.id - Di sela-sela acara BEKRAF Game Prime 2016, yang berlangsung pada 29 – 30 November 2016 di Balai Kartini, Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkenalkan situs Indonesia Game Rating System (IGRS): IGRS.ID.

Melalui situs IGRS.ID ini para developer game dapat melakukan pendaftaran dan pengujian secara mandiri terhadap produk-produknya (self assesment) agar sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menkominfo No. 11 Tahun 2016, sehingga terklasifikasi dalam kelompok usia pengguna.

“Bagi masyarakat, termasuk orang tua, keberadaan IGRS dapat membantu pemilihan game yang sesuai dengan usia penggunanya, sehingga diharapkan permainan interaktif elektronik yang beredar di masyarakat dapat memenuhi rasa aman serta sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Permainan Interaktif Elektronik diklasifikasikan berdasarkan kategori konten yang ditampilkan dan kelompok usia pengguna.

Kategori Konten, yang menampilkan atau memperlihatkan unsur: rokok, minuman keras, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya; kekerasan; darah, mutilasi, dan kanibalisme; penggunaan bahasa; penampilan tokoh; seksual; penyimpangan seksual; simulasi judi; horor; dan interaksi daring.

Kelompok Usia, yang terdiri dari kelompok usia 3 (tiga) tahun atau lebih; kelompok usia 7 (tujuh) tahun atau lebih; kelompok usia 13 (tiga belas) tahun atau lebih; kelompok usia 18 (delapan belas) tahun atau lebih; dan kelompok semua usia.

Selain itu ada pula permainan yang tidak dapat diklasifikasikan (unrated), yaitu permainan yang mengandung judi dan pornografi, atau bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengawasan terhadap pengujian secara mandiri (self assesment) tersebut dilakukan oleh Komite Klasifikasi. Komite yang terdiri dari unsur pemerintah, ahli, serta komunitas industri game ini secara berkala akan menguji ulang hasil klasifikasi dari para pelaku industri untuk memastikan bahwa proses klasifikasi telah dilakukan secara benar. Komite juga dapat menerima pengaduan sekaligus mencermati isu-isu yang beredar di masyarakat.

 

FAHRUL ANWAR

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY