Kini, Aruna Indonesia Ekspansif Setelah Ikut Indigo

Tim Aruna Indonesia setelah audiensi dengan Sekjen Kementerian Kelautan Perikanan Prof. Syarief Widjaja (tengah) setelah mempresentasikan aplikasi sistem perikanan mereka. (Foto: Aruna Indonesia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Penyedia layanan digital terintegrasi untuk sektor kelautan dan perikanan, Aruna Indonesia, kini semakin mampu mengembangkan pasar lebih luas dan profesional. Terutama setelah mengikuti program inkubasi di Indigo Creative Nation (ICN) tahun 2015.

“Setelah ikut ICN, dengan banyak mentor berpengalaman di sana, kami makin mampu mengembangkan layanan. Saat ini sedang persiapan rilis versi terbaru dari Pasarlaut.com. Selain tentunya, kami bisa terus memperluas jejaring seperti saat ikut pembukaan Dilo Aceh kemarin,” kata Farid Naufal Aslam, CEO Aruna Indonesia, di Bandung, Jumat (07/10/2016).

Menurut Farid, awalnya sebagai startup ia dan timnya hanya membuat Pasarlaut.com, yakni sebuah marketplace hasil laut secara business to business/B2B. Tetapi mereka hanya sekadar membuat startup, tanpa memikirkan target dan model bisnis berkelanjutan.

Namun situasi berubah setelah mereka masuk ICN, banyak memperoleh mentoring praktisi berpengalaman, dan diikutsertakan dalam kegiatan penting. Terbaru, Aruna diikutsertakan jadi pengisi acara dalam pembukaan Digital Lounge (Dilo) di Aceh 4 Oktober lalu, yang kemudian ditindaklanjuti mengunjungi sentra nelayan Aceh di Pulau Weh dan Lampulo.

Diakui Farid, proses inkubasi selain membuat pihaknya menerima suntikan modal dari ICN sebesar Rp120 juta, juga membuat dirinya mampu membuat ETTI, yakni sistem pelelangan ikan secara digital.

Saat ini, Aruna memiliki tiga buah produk aplikasi. Yakni Integrated Fishery Management (Sistem aplikasi terintegrasi pengelolaan bisnis perikanan), Fishery Online Trading (Data sektor perikanan real time dan handal), dan Fishery Data Intelligent (Inovasi sistem perdagangan ikan dan hasil laut secara daring).

“Dari ketiganya, kami sudah punya klien ETTI dengan KUD Nelayan Mina Laksana Mukti pada 22 Agustus 2016 lalu dengan disaksikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Di bawah Mina, ada 40 koperasi nelayan, dimana tujuh di antaranya sudah menerapkan sistem pelelangan digital kami,” klaim Farid.

Selain itu, kerjasama serupa dilakukan dengan sejumlah koperasi nelayan di Subang dan Jabar Selatan. Di luar Jawa, kerjasama dilakukan dengan koperasi nelayan di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.

Nilai transaksinya belum muncul karena implementasi belum lama dilakukan. Selain Pangandaran, mereka juga sudah pernah bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan dalam proses negoisasi.

Tahun lalu, Aruna Indonesia juga dilibatkan ICN dalam sejumlah program pengembangan sentra nelayan berbasis digital dari Divisi Business Solution Telkom, seperti ke Pangandaran dan Subang.

Ery Punta Hendraswara, Managing Director ICN, mengatakan sedari awal pihaknya bukan sekedar mencari usaha rintisan digital untuk kemudian dikompetisikan seperti banyak terjadi belakangan ini. Namun lebih dari itu, ada proses binaan dan akselerasi secara signifikan.

“Kami ingin para startup menjadi lebih profesional. Bukan sekedar bikin, bukan ikut-ikutan, tapi model dan target bisnisnya memang terukur dan menghasilkan dalam jangka lama,” kata Ery.

Menurut Ery, pihaknya juga melibatkan sejumlah mentor berpengalaman sehingga pengembangan produk startup terjadi secara efektif dan efisien karena diberikan langsung transfer pengetahuan secara konkret.

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

Leave a Reply