Juwita Rahmawati: Mengayuh Asa di Dunia Bisnis dan Modeling

Juwita Rahmawati, Founder & CEO Miss Fruits (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Bisnis minuman segar tak pernah mati. Salah satu jenis minuman yang kini sedang naik daun adalah smoothies. Minuman ini, selain sehat dan menyegarkan, juga dipercaya dapat mempercantik diri. Bisnis smoothies ini juga bisa meraup laba segar hingga puluhan juta rupiah.

Seiring dengan maraknya tren hidup sehat, popularitas minuman smoothies naik. Pasalnya minuman ini terbuat dari campuran buah dan sayuran segar dengan susu cair, dan es. Sudah pasti selain rasanya enak dan segar, juga menyehatkan. Bahkan ada yang mengganti asupan makanan dengan smoothies untuk menjaga bentuk tubuh yang ideal.

Seperti yang dilakukan Juwita Rahmawati, model cantik yang baru saja terpilih sebagai Face of Jakarta Fashion Week 2017 ini terbiasa meramu smoothies sebagai pengganti sarapan. Tak hanya dikonsumsi sendiri, gadis yang akrab disapa Wita ini menjadikan smoothies sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

“Usaha smoothies ini, ide awalnya dari diriku sendiri. Pertama aku ini memang tidak suka melakukan sarapan berat kalau di pagi hari. Jadi kalau aku beraktivitas pagi, smoothies buatanku dibawa kemana-mana. Berawal dari situlah, teman-teman banyak yang tanya: beli di mana dan mereka mulai pesan. Ternyata pesanan terus meningkat hingga akhirnya aku putuskan untuk menjadikan ini peluang bisnis,” ungkap Wita kepada Youngsters.id saat ditemui di bilangan Senayan City Jakata belum lama ini.

Wita juga mengaku ingin menjadikan bisnis smoothies sebagai pendorong orang untuk mengadopsi pola makan sehat. Pasalnya, dia melihat banyak orang di perkotaan tidak memperhatikan asupan makanan sendiri. “Awalnya aku ingin berbagi gaya hidup sehat dengan mengajak orang mengonsumsi sayur dan buah dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Namun melihat bahwa peluang bisnis ini menjanjikan, Wita pun akhirnya serius menekuninya. Dengan modal sekitar Rp 5 juta Wita meluncurkan merek Miss Fruits di awal tahun 2016. Ia menyebutnya sebagai breakfast smoothies, karena ditujukan bagi mereka yang tidak sempat sarapan atau tidak menginginkan sarapan dalam porsi yang berat.

“Nah, breakfast smoothies ini adalah solusi buat sarapan yang cepat, sehat, dan bergizi lengkap. Selain rasanya enak, juga tidak menaikkan berat badan dan baik untuk orang yang jarang konsumsi sayur dan buah,” katanya.

Pemenang Wajah Femina 2013 ini tidak menyangka produk smoothies-nya segera direspon pasar. Padahal, untuk promosi, dia hanya mengunggah foto-foto smoothies buatannya di Instagram. Namun, ternyata permintaan smoothies ini terus meningkat. Dalam seminggu Wita mengaku bisa mendapat pesanan hingga 100 botol.  Melihat hal ini, Wita pun memutuskan untuk merancang kemasan dan menetapkan brand Miss Fruits untuk smothies-nya ini.

 

Insting Kewirasuhaan

Gadis kelahiran Malang dengan orangtua berdarah campuran Sunda-Gorontalo ini memang memiliki insting bisnis yang kuat. Selain bisnis smoothies, Wita juga memiliki beberapa bisnis lain yang berhubungan dengan profesinya sebagai model.

Menurut Wita, naluri berbisnis ini didapat dari sang ayah yang selalu berpesan agar setiap anaknya belajar menjadi pengusaha, apapun pekerjaan yang digeluti. Bahkan, adik-adik Juwita  diikutkan kursus pendek atau sekolah bisnis demi mengasah insting kewirausahaan.

”Aku enggak disekolahin bisnis karena sudah punya insting bisnis. Adik-adik dijejelin sejak kecil. Pengusaha itu jenjangnya luas. Pegawai ada pensiunnya. Semakin berinovasi semakin bisa matang dan explore diri,” ujar Wita.

Tak heran jika Wita memiliki sejumlah bisnis. Di bidang kecantikan dan mode dia memiliki  usaha bulu mata palsu yang direncanakannya akan diluncurkan pada November mendatang. Wita juga membuka sekolah mode Dewi Griya, dimana ia sekaligus bertindak sebagai salah satu pengajar. Sekolah mode tersebut ternyata sangat diminati anak-anak dari usia tiga tahun. Agar tidak membosankan, anak-anak ini pun dikenalkan dengan tarian.

Sangat peduli dengan isu kesehatan, Wita juga sudah membuka bisnis smoothies dengan label Miss Fruits. Untuk gelaran besar seperti Jakarta Fashion Week, hampir semua teman modelnya sudah memesan smoothies yang dulu diproduksinya sendiri, tetapi kini sudah diproduksi oleh timnya.

Dijelaskan Wita, saat ini jumlah produksinya memang belum skala yang besar. Mengingat produk minuman sehat ini tak bisa disimpan lama-lama, karena harus segera dikonsumsi.

“Jadi kalau pesanan dari pelanggan masuk dari hari Senin sampai Jumat biasanya aku tampung dulu. Pelanggan juga sudah aku kasih tahu sebelumnya dan produk baru Miss Frutis yang mereka pesan itu biasanya baru mereka terima sekitar hari Sabtu atau Minggunya. Aku bikin sekalian, dalam jumlah sesuai pesanan yang masuk. Makanya aku belum berani memproduksi dalam jumlah yang besar mengingat akan manfaat minuman sehat tadi,” ungkap Wita.

 

Buah-buahan dan sayuran sebagai bahan utama MIss Fruits (Foto/Fahrul Anwar/Youngsters.id)

 

Dalam proses pembuatan sarapan sehat ini, Wita mengatakan dalam satu minggu dirinya bisa menghabiskan sekitar lebih dari 10 kg buah dan sayur untuk produksi smoothies.

“Untuk satu botol Miss Fruits ini aku banderol seharga Rp 30.000. Dan jumlah pesanan yang masuk dalam seminggu bisa 100 hingga 150 botol. Jadi sebulan itu, bisa lebih dari 400 pesanan yang masuk ke aku. Omsetnya sekarang bisa sampai sekitar Rp 20 juta per bulan,” sambungnya.

Perempuan semampai dengan tinggi 177 cm ini mengatakan sempat kewalahan menghadapi pesanan yang datang. Apalagi, di luar menekuni bisnis, Wita juga memiliki kesibukan di dunia modeling sebagai pilihan karirnya.

“Sempat kerepotan juga sih, kalau lagi pas pesanan banyak. Cuma aku ini juga sudah mengajarkan sama 2 orang karyawan, mulai dari cara membuat smoothies, melakukan packing hingga pengiriman produk. Jadi kalau aku sedang ada kegiatan, di modeling dan pesanan nggak terlalu banyak, mereka yang menangani semua pekerjaan itu,” ungkap Wita.

 

Dua Dunia

Diklaim Wita, selama menekuni bisnis smoothies ini sejak 2016 lalu, belum ada komplain dari para pelanggannya. Namun, jika terdapat komplain pada produknya. Ia mengaku siap mengganti produknya dengan yang baru untuk menjaga hati para pelanggannya.

“Bersyukurnya selama menekuni bisnis ini belum pernah ada komplain dari pelanggan. Mulai dari pengiriman barang yang rusak atau hal apapun. Kalau pun itu ada, aku siap menggantinya dengan yang baru. Aku juga perlu belajar jika dalam bisnis aku ada kesalahan, aku ingin selalu memperbaikinya,” ucapnya.

Perempuan yang mewakili Indonesia di Asia Model Festival ini mengakui teknologi digital sangat terasa manfaat terutama dalam hal mengembangkan bisnis. Ia mengatakan dengan cara digital, ia bisa melakukan pendekatan sosial kepada para pelanggan maupun calon pelanggannya untuk memperkenalkan nama Miss Fruits secara efektif.

“Di era digital ini tentu banyak sekali manfaatnya. Pastinya ini cara yang paling efektif memperkenalkan produk aku. Coba bayangkan kalau beriklan di media lain, tentu akan sangat mahal biayanya. Di sini dengan Instagram, FB dan Twitter, aku bisa memperkenalkan produk aku kepada pelanggan,” ujarnya.

Lulusan S2 Marketing Komunikasi ini mengungkapkan dunia kewirausahaan juga menjadi pilihan lain baginya untuk mengembangkan karir.

“Dengan bekal pendidikan yang ada sama aku, selain dunia entertain, aku juga ingin mengembangkan karir di dunia kewirausahaan. Makanya, mulai dari saat ini aku sedang belajar. Ke depan aku kepengin serius dan lebih membesarkan usahaku mulai dengan membentuk PT nantinya. Untuk itu, aku berharap baik di dunia entertain maupun di dunia kewirausahaan yang sedang aku tekuni bisa berjalan seiring dengan apa yang aku harapkan yakni bisa berhasil di kedua bidang ini,” ucapnya.

Meski bisnisnya berjalan lancer, dia mengaku masih perlu banyak belajar. Misalnya, dalam beberapa bulan belakangan dia rajin melakukan tes pasar. “Aku memang merencanakan meluncurkan layanan pesan antar untuk wilayah Jakarta,” tutur Wita bersemangat.

Wita juga punya harapan dapat memperbesar usahanya hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Hanya saja, profesi dia sebagai model masih menyita waktu. “Jadi untuk saat ini, aku berpikir bagaimana agar bisnis ini tetap ada, dan mengalir aja dulu seperti biasanya,” ujarnya.

 

Juwita Rahmawati masih terus belajar dalam berwirausaha (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

 

Lagipula, dia juga merasa masih perlu banyak belajar di bida wirasuaha. “Jujur aku ini belum merasa sukses dan sama seperti yang lain, karena aku masih harus terus belajar. Tapi saran aku buat para wirausahan baru di sini, jangan pernah takut mencoba sesuatu apalagi untuk melakukan usaha. Langsung realisasikan ide itu. Kalau pun terdapat salah dalam perjalanannya, di situ berarti kita diminta untuk memperbaikinya agar ke depan dalam berbisnis tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah ada,” pungkas Wita.

 

=========================================

Juwita Rahmawati Purbosanjoyo

  • Tempat Tanggal Lahir     : Malang, 26 April 1988
  • Pendidikan  Terakhir  : S2 Marketing Komunikasi Lond School Public Relation
  • Nama Brand                : Miss Fruits (Smoothies)
  • Jabatan                        : Pemilik Miss Fruits
  • Modal usaha                : Rp. 5 juta
  • Produksi                      : 150 – 300 botol/bulan
  • Harga jual                    : Rp 30.000/botol
  • Omset                          : Rp 20 juta/bulan
  • Jumlah Karyawan       : 2 orang
  • Prestasi                        :
  • Pemenang 1 Wajah Femina 2013
  • Brand Ambasador Jakarta Fashion Week 2017

========================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia