Julian Tanoto : Modal Nekad Bangun e-Dagang Fesyen

Julian Tanoto, Founder dan CEO Cloth-inc.com (Foto: Stevy Widia)

YOUNGSTERS.id - Belanja produk mode secara online mulai menjadi bagian masyarakat. Seiring dengan itu, keberadaan startup e-commerce mode pun semakin ramai. Bisnis ini tumbuh dengan pesat dan memiliki pasar yang menjanjikan.

Menurut penelitian terbaru dari Google dan Temasek, Indonesia diproyeksikan akan memberikan kontribusi sebesar 52%  dari pasar e-commerce Asia Tenggara pada 2025, dengan nilai sebesar US$46 miliar. Prediksi itu diperkuat dengan terus bermunculan bisnis rintisan e-dagang fesyen.

Salah satunya adalah Cloth Inc dengan e-commerce Cloth-inc.com. Bisnis rintisan e-dagang fesyen ini dikembangkan oleh Julian Tanoto. Hebatnya, untuk ukuran startup fesyen lokal, kesuksesan Cloth-inc.com termasuk luar biasa. Padahal, Julian mengawalinya dari jualan online di Facebook tahun 2012. “Aku dulu menjadi reseller pakaian dari toko online lain. Sampai setelah lulus kuliah, aku nekad untuk riding the wave dengan membuat clothing line dan butik sendiri di tahun 2012,” ungkap Julian kepada Youngsters.id.

Dengan bermodalkan uang tabungan sebesar Rp 40 juta, Julian pun membuka Cloth-inc.com. Brand ini terinspirasi dari tren fesyen yang terjadi di Indonesia. “Aku sebagai pecinta fesyen melihat kenapa sih fashion harus mahal banget? Padahal semua orang itu deserve to be ashionable, deserve to feel dari baju bagus kan. Dari sini aku jadi pengen punya satu brand yang bisa mewakili semua orang pecinta fesyen,” ungkap gadis kelahiran 14 Agustus 1992 itu.

Berangkat dari itu Cloth Inc, bukan sekedar online shop biasa yang melakukan reseller, tetapi fashion brand asli lokal yang mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari sketch design, mencari material, proses produksi, hingga dijual online. Produk yang ditawarkan pun selalu up-to-date dengan the latest trend, sehingga Cloth Inc terus menarik minat konsumennya.

Konsep ini membawa dampak positif bagi Cloth Inc karena dapat mengukur permintaan pasar terhadap produk tertentu. Selain itu, Julian dapat mengikuti perkembangan tren fesyen terbaru. Alhasil, e-commerce ini dapat memutar produk dengan cepat. Sesuatu yang belum banyak dilakukan oleh perusahaan yang lebih besar.

“Dengan workshop produk sendiri memungkinkan kami untuk menggunakan model bisnis fast fashion yang masih jarang diterapkan oleh merek lokal lain. Ini menjadi keunggulan dari Cloth Inc,” klaim Julian.

 

Nyasar

Bisnis ini dibangun Julian saat ia berusia 22 tahun. Kala itu dia bahkan masih kuliah jurusan Marketing di Binus International University.  “Sebenarnya aku ini bisa dibilang nyasar jadi pengusaha,” ucap Julian sambil tertawa.

Dibilang nyasar karena, menurut dia, sebenarnya orang tuanya berharap putri tunggal mereka punya pekerjaan yang lebih mapan. Bahkan, demi menyenangkan hati mereka, Julian yang hobi menggambar, dan musik itu mengubur keinginannya untuk jadi desainer. “Orang tua kurang mendukung aku jadi pekerja seni, karena mungkin dunia seni dan industri kreatif belum berkembang seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Meski begitu, Julian tetap rajin mengikuti perkembangan mode. Hobi ini pernah membuat dia menjadi asisten fashion stylist di sebuah majalah mode remaja ibukota. Dari hobi itulah dia mendapatkan ilmu secara otodidak tentang tren fesyen.

Selain itu, Julian juga mengasah naluri berbisnisnya. Sejak SMA dia sudah memanfaatkan internet untuk berjualan online. Karena itu saat kuliah dan makin mengenal dunia teknologi, Julian tidak ragu-ragu untuk langsung terjun ke dunia e-commerce. Cloth Inc diluncurkan pada Januari 2012.

Langkah Julian membuka e-commerce memang terbilang berani. Apalagi saat itu bisnis e-dagang masih belum booming. Namun, dia berhasil membuktikan naluri bisnisnya benar. Dalam waktu singkat e-dagang Cloth Inc ini langsung mendapat 4.000 pengguna aktif dari 11.000 pengguna yang terdaftar. Julian menambahkan bahwa ia mengklasifikasikan pengguna aktif sebagai orang yang telah melakukan pembelian dalam tiga bulan terakhir.

“Thankfully sih waktu itu kami langsung ada market, karena sebelumnya kan aku udah ada semacam kayak Facebook page-nya gitu. Jadi aku sudah ada best customer cuma aku re-branding saja dengan nama brand Cloth Inc,” ucap gadis yang pernah bekerja di Intel itu.

Alhasil modal Rp 40 juta dari tabungannya kembali dalam waktu tiga bulan. Dan hanya setahun Cloth Inc telah mampu mendapat revenue hingga Rp 850 juta. Dan disusul di tahun kedua bisnis ini menembus angka Rp 1,7 milyar. Dan pada tahun 2014 Julian mengaku sudah mencapai pendapatan di atas Rp 2,5 milyar. “Bila dihitung rata-rata pendapatan bulanan Cloth Inc mencapai Rp 250 juta,” tambahnya.

Julian optimis angka pendapatannya akan bertambah dua kali lipat dalam tiga hingga lima tahun mendatang.

Di sisi lain, lewat bisnis ini Julian berharap kedua orang tuanya bisa bangga. “Semoga mereka bangga ya dengan apa yang saya lakukan,” ujarnya sambil tersipu.

  

Julian Tanoto : Modal Nekad Bangun e-Dagang Fesyen (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)
Julian Tanoto : Modal Nekad Bangun e-Dagang Fesyen (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

 

Ekspansi Pasar

Meski sudah mendapat penghasilan yang besar dan menjual lebih dari 25 ribu produk, Julian mengaku bisnis e-dagang miliknya itu masih perlu dikembangkan. Apalagi Cloth Inc yang bernaung dibawa bendera CV Indo Javatex ini masih tahap bootstrap.

”Bisnis ini masih bootstrap. Memang sempat ada beberapa investor yang menawarkan investasi, tapi aku masih ingin idealis dulu. Jadi penghasilan yang diperoleh saat ini aku ivestasikan lagi untuk tahap pengembangan usaha,” kata Julian.

Saat ini Cloth Inc telah memproduksi sekitar 2.000 pieces busana. Dan, menurut Julian, sekarang mereka sudah siap untuk ekspansi ke pasar yang lebih luas lagi. Dia tidak puas bisnis ini hanya sukses saja. Dia ingin bisnis ini berkembang dan mengalami peningkatan terus.

“Mungkin dulu aku punya web aja udah something banget. Sekarang semua orang punya web. Semua orang webnya makin jadi responsive, mobile. Lalu sudah ada apps, dan punya interactive feature. Nah, aku ingin berkembang ke sana, agar bisnis ini juga terus meningkat,” tegas Julian.

Pada pertengahan 2016, Julian membuka offline store di Lippo Mall Puri, St Moritz, Jakarta. Selain itu, merek Cloth Inch juga sudah mulai masuk ke pasar di Singapura lewat pameran dan bazaar. Dengan harapan brand ini dapat ekspansi ke pasar internasional.

“Sekarang makin banyak negara yang mulai mencari brand lokal Indonesia. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkenalkan dengan bangga merek Indonesia ke pasar internasional,” pungkasnya.

 

=================================

Julian Tanoto

  • Tempat Tanggal Lahir     : 14 Agustus 1992
  • Orang Tua                    : Can Tan Feng dan Saidah Sudjiono
  • Pendidikan                   : Binus International University
  • Perusahaan                  : CV Indo Javatex
  • Brand                          : Cloth Inc
  • Berdiri                         : 2012
  • Modal Awal                  : Rp 40 Juta
  • Revenue                      : Rp 250juta/bulan
  • Karyawan                    : 20 orang
  • Toko Offline                 : di Lippo Mall Puri, St Moritz, Jakarta

=================================

 

STEVY WIDIA