Iis Ismail Khanafi : Membangun Marketplace Bagi UKM Kuliner Lokal

Iis Ismail Khanafi, Founder & CEO Kulzein.com (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Berangkat dari hobi mencicipi makanan ternyata bisa mendatangkan ide bisnis yang menarik. Keterbatasan modal, bukan menjadi penghalang. Teknologi menjadi sarana untuk mengembangkan usaha dibidang kuliner. Itulah yang dialami Iis Ismail Khanafi.

Keterbatasan modal memang membuat Iis tak bisa memiliki usaha kuliner seperti restoran atau usaha catering. Namun dengan ilmu teknologi yang dimilikinya, dia mewujudkan gagasan itu menjadi sebuah aplikasi bernama Kulzein.com. Nah, Kulzein.com ini merupakan marketplace untuk pemilik catering atau penjual makanan dengan format usaha kecil dan menengah (UKM).

“Saya mendirikan usaha ini karena pada dasarnya saya suka kuliner. Tetapi untuk membuka restoran sendri modal saya terbatas. Dari situ saya memutar otak agar tetap dapat menjalani bisnis di bidang makanan dengan membangun situs untuk mewadahi para pengusaha kuliner untuk memperluas usahanya,” ungkap Iis kepada Youngsters.id.

Kulzein.com hadir pada 1 Oktober 2016. Lewat Kulzein.com para pengusaha catering maupun restoran dapat mempromosikan produk mereka, baik berupa menu retail maupun pesanan dalam jumlah tertentu. Mulai dari menu rumahan seperti ayam penyet, menu restoran, hingga jajanan seperti batagor dan aneka pudding. Bahkan, tersedia juga paket akiqah. Harganya bervariasi dan cukup terjangkau untuk semua kalangan.

Menurut Iis, apa yang tersaji di situs Kulzein adalah hasil seleksi dari beragam tempat catering dan rumah makan. Hasilnya, ternyata, banyak pemilik catering atau penjual makanan yang ingin memperluas usahanya dengan cara memasarkan produknya secara online. Hal itu terlihat dari kesediaan foto produk yang memiliki penampilan yang menarik dan juga bersedia dipublikasikan harganya.

“Dengan kehadiran aplikasi ini konsumen jadi dapat memesan makanan dan minuman secara online dan realtime. Sebaliknya pemilik catering atau restoran juga dapat dengan mudah mempromosikan dan mendistribusikan produknya,” jelasnya.

Diakui Iis, secara teknis memang sudah ada yang menggunakan bisnis model seperti ini. Tetapi menurut Iis, jika dilihat secara menyeluruh bisnis model yang diterapkan dirinya bisa dibilang berbeda.

“Yang membedakannya adalah, kami menyediakan layanan kurir bagi penjual yang masih terkendala soal pengantaran produk kepada pembeli. Selain itu, kami tidak membatasi, siapapun dapat mendaftar untuk berjualan dengan persyaratan yang tidak sulit. Yang jelas, kami menginginkan banyak UKM atau wirausaha yang baru dapat mengembangkan usaha lewat Kulzein.com,” papar Iis bersemangat.

Selain itu, Iis juga belajar dari pengalaman bahwa tidak semua orang yang memiliki waktu untuk hanya sekedar mencari makan siang. “Untuk itu kami mencoba memecahkan semua masalah itu dan menghadirkan berbagai pilihan menu makanan dan catering dari beragam tempat makan atau pemilik usaha catering. Juga, kami dapat membantu anda untuk mencarikan harga yang sesuai untuk kebutuhan anda dari jasa catering yang tersedia,” ungkapnya.

 

Gonta Ganti Formasi

Menurut Iis gagasan mengembangkan marketplace untuk kuliner ini lahir dalam kegiatan di workspace Digital Lounges (Dilo) dari PT Telkom Indonesia di Bogor. Alumni Universitas Gunadarma itu mengaku dari sanalah tumbuh ide untuk membangun usaha digital yang dapat bertahan dan berkembang sekaligus menghasilkan dampak positif yang besar bagi lingkungan sekitarnya.

“Karena dalam pemikiran kami saat itu, ketika bisnis ini berjalan: keinginan kami tidak hanya membuat usaha yang menguntungkan diri sendiri tetapi dapat memberikan impact yang positif bagi sesama. Oleh karena itulah kami membuat sebuah situs sebagai wadah masyarakat untuk berjualan dan memasarkan produk makanan atau jasa cateringnya secara online dan tidak dikenakan biaya apapun,” tuturnya.

Ide dan gagasan itu digarap Iis dengan sejumlah rekannya. Ternyata, untuk mewujudkan gagasan itu tidak mudah. Bahkan, menurut pemuda kelahiran Bogor itu, dia sempat bergonta ganti mitra. Sampai akhirnya, kini Kulzein.com digawangi oleh Nugraha Adi Putra, sebagai CFO yang mengatur segala manajemen di internal dan juga turut membantu mempromosikan produk dan kegiatan. Ada, Ihsan Taufik sebagai COO, yang bertanggung jawab mengisi dan mengatur kegiatan operasional internal dalam tim. Lalu, Rizky Fadhila, sebagai CTO yang bertanggung jawab untuk penanganan sistem dan pengembangan teknologi yang berada di Kulzein.com.

Iis mengaku para pendiri Kulzein ini rela turun tangan sebagai karyawan demi perluasan dan kemajuan perusahaan rintisan yang baru dibangunnya itu. “Kalau modal pertama sebesar Rp. 500.000, uang tersebut digunakan untuk membeli domain dan hosting. Tetapi hal lain kami penuhi dengan upaya sendiri. Maklum, modal kami sangat terbatas,” aku Iis.

Perlengkapan lain yang dia maksud adalah komputer, hingga motor untuk pengantarn, box tempat makan yang digunakan bagi penjual yang tidak memiliki packaging sendiri untuk produknya hingga tas untuk box. “Semua kegiatan dan operasional masih ditangani oleh kami sendiri,” ujarnya lagi.

Kendala lain yang dihadapi para founder Kulzein adalah mencari vendor yang mau bekerja sama. Untuk itu, Iis mengaku memulai dengan menjali komunikasi lewat komunitas para pemilik rumah makan dan UKM di bidang kuliner. Dan, itu tidaklah mudah, karena cara pemasaran digital masih belum populer di masyarakat.

Namun, Iis terus melakukan pendekatan. Ia aktif memperkenalkan bisnis ini di media sosial. Dia juga mendatangi sejumlah UKM kuliner yang banyak tersebar di wilayah Bogor, tempat dia tinggal. “Saya percaya usaha lokal itu banyak yang ingin berkembang dan mereka mau membuka diri akan inovasi pemasaran baru seperti yang kami tawarkan. Butuh kepercayaan dan itu didapat lewat komunikasi dan pertemanan,” ungkapnya.

Tak hanya masalah bisnis, Iis juga menghadap masalah dengan orang tua. “Butuh waktu dan upaya agar kami mendapatkan ijin untuk fokus mendirikan usaha selepas kuliah, bukan untuk melamar kerja seperti mahasiswa pada umumnya,” ujar Iis sambil tertawa.

Untunglah, konsistensi dan kerja keras Iis berhasil meyakinkan orang tua mereka. Dan, dengan usaha dan kerja keras, dalam waktu enam bulan sudah puluhan UKM kuliner yang ikut bergabung dalam bisnis ini. Bahkan, dalam beberapa bulan, usaha rintisan ini sudah dapat meraih omzet yang terus bertumbuh.

“Untuk saat ini omzetnya baru mencapai Rp 1 – 2 juta setiap bulannya. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi. Dikarenakan fokus kami masih untuk mengedukasi pasar dan mempromosikan produk kami serta produk-produk penjual yang sudah bergabung di Kulzein,” ungkap Iis.

 

Iis dan para founder Kulzein.com mengembangkan marketplace untuk pemilik catering atau penjual makanan dengan format UKM (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

 

Fokus

Di sisi lain, Iis mengaku dia masih terus memperbaiki kinerja dari Kulzein. “Target dan segmen untuk pengguna Kulzein adalah pekerja kantor atau pegawai kantor yang memiliki kendala akses makan siang di kantornya, ibu rumah tangga, mahasiswa dan masyarakat luas yang membutuhkan alat atau pencarian pesan makan dari beragam penjual di sekitarnya. Dan itu ternyata tidak mudah untuk dihadapi,” akunya.

Apalagi dalam perjalanan masih ditemui komplen dari pelanggan. Menurut Iis, komplen biasanya pada pengiriman. “Awal terjadinya komplen biasanya karena estimasi penyampaian tidak tepat waktu dikarenakan terbatasnya SDM kami untuk meng-handle pesanan dari berbagai konsumen,” ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dia pun menghadirkan para vendor lokal yang dekat dengan pelanggan. “Dengan demikian penyampaian produk dapat tepat waktu. Selain itu, kami memberikan bonus makan siang atau gratis ongkos kirim untuk memberikan pelayanan yang baik, dan cara itu sebagai bentuk dari tanggung jawab kami,” tambahnya.

Tak hanya itu, kini Kulzein.com menawarkan pilihan metode pembayaran yang dapat dipilih, dari metode transfer bank, cash on delivery (COD) dan kredit online. Dengan begitu, siapapun dapat menggunakan layanan di Kulzein, mulai dari mahasiswa, pekerja lepas, pekerja kantoran ataupun ibu rumah tangga.

“Dalam perkembangan ke depan kami ingin membuatkan sistem pembayaran berkala untuk pengguna Kulzein.com, dimana pengguna dapat memesan produk terlebih dahulu dan membayar 15-30 hari kedepan tanpa tambahan bunga. Selain itu, kami sedang mengembangkan fitur yang dapat mengatur keuangan member Kulzein, dimana mereka dapat mendepositkan uangnya terlebih dahulu dan kami mengatur uang yang didepositkan untuk kebutuhan pangan mereka selama satu bulan,” paparnya.

Di sisi lain, lajang yang gemar bersepada ini berharap melalui Kulzein dapat menghadirkan lapang pekerjaan baru dan mengembangkan unit-unit bisnis rintisan lainnya. Dan untuk itu, Iis mengaku siap untuk fokus konsisten berusaha. “Jika kita menjalani sesuatu tanpa komitmen dan focus, maka sangat sulit untuk berkembang. Maklumlah ketika membangun usaha banyak sekali godaan yang membawa kami untuk beralih ke usaha lain yang sedang booming. Tetapi dengan komitmen, fokus serta selalu meminta ridha kepada Allah, saya yakin akan dapat bertahan dan menjadi entrepreneur yang sukses dan berdampak,” pungkasnya.

 

===========================================

Iis Ismail Khanafi

  • Tempat Tanggal Lahir             : Bogor, 17 Oktober 1993
  • Pendidikan Terkahir                : S1 Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma
  • Usaha                                      : Kulzein.com (marketplace kuliner lokal)
  • Mulai usaha                             : 1 Oktober 2016
  • Jabatan                                    : CEO, Founder Kulzein.com
  • Modal Awal                            : +/- Rp 500 ribu

========================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY