Frianto Moerdowo : Ingin Membantu UKM Berkembang Lewat Toko Online

Frianto Moerdowo, Founder & CEO Jarvis Store (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Belakangan ini marak pebisnis berbasis teknologi alias startup, dengan berbagai kompetensi. Misalnya, sebagai pengembang (developer). Bahkan, diyakini para penggembang ini dapat mempengaruhi cara orang menggunakan internet di seluruh dunia. Pasalnya mereka mampu menciptakan aplikasi inovatif, sekaligus bisnis yang berdampak besar.

Seperti para developer Jarvis Store. Ini adalah sebuah platform toko online karya anak bangsa dari Pulau Dewata Bali. Startup berjenis business-to-business alias B2B ini mengklaim layanannya memungkinkan pengguna mengembangkan situs online dalam waktu instan. Saat ini Jarvis Store sudah memiliki sekitar 25.000 pelanggan UKM dengan pertumbuhan per tahun mencapai 600%.

Keberhasilan itu membuat para founder Jarvis terpilih mengikuti Launchpad Accelerator dari Google Indonesia. Ini merupakan kebanggaan tersendiri terutama bagi CEO Jarvis Store, Frianto Moerdowo. Bagi dia perjalanan ke Silicon Valley adalah sebuah perjalanan “spiritual”.

“Kalau bagi umat Muslim, ibadah naik haji itu pergi ke Mekah, maka untuk developer pergi ke Silicon Valley juga merupakan naik haji,” ucap Frianto kepada Youngsters.id.

Bagi Frianto, perjalannya ke Silicon Valley merupakan pengalaman berkesan. Tak hanya merasakan iklim teknologi di Google, mereka juga bisa banyak belajar membangun startup langsung dari para mentor terbaik di Silicon Valley. Pelajaran yang dipetik bersifat multi sektor, mulai dari manajemen tim, sistem perekrutan, pengembangan bisnis, hingga hal-hal teknis semacam user experience, user interface, dan audience validation.

“Itu merupakan pengalaman berkesan, tak hanya dilatih soal pengalaman startup, kita juga harus bisa belajar dari kesalahan, mengerti kondisi pasar dari kesalahan, mengerti kondisi pasar karena tak hanya merasakan iklim teknologi di sana, tetapi juga bisa dilatih serta dimentori langsung oleh para ahli dari Google,” ungkap Frianto dengan nada bangga.

Selain diberangkatkan ke Silikon Valley, AS, Jarvis Store juga mendapat pendanaan senilai US$ 50 ribu (setara Rp 657 juta) dari Google. Namun bagi Frianto, pengalaman dan koneksi adalah dua hal yang dianggap paling bernilai.

“Kami jadi paham apa yang menjadi kebutuhan user. Apa yang selama ini kami nilai gampang, ternyata belum tentu ketika sampai ke user demikian. Jadi jangan anggap remeh user,” ungkap Frianto.

Oleh karena itu, Frianto terus belajar dan mengembangkan Jarvis Store menjadi lebih baik. Jarvis Store sendiri merupakan alumni Indigo Incubator tahun 2013.

 

Mahasiswa Perantauan

Pemuda kelahiran 27 Januari 1990 itu patut berbangga. Pasalnya Jarvis Store berawal dari ide kreatif saat dia jadi mahasiswa di perantauan. “Waktu itu sebagai mahasiswa saya mencari sampingan dengan membuatkan sejumlah toko online bagi teman-teman. Saat itu belum banyak platform seperti sekarang ini,” ungkap Frianto.

Pemuda yang merantau ke Malaysia untuk menimba ilmu di jurusan teknologi informasi Universitas HELP ini memang sangat gemar dengan teknologi. Dia bahkan sempat mendirikan sejumlah usaha digital seperti ITT Magz, dan Sypro E-Radio.

Namun Frianto kemudian melihat peluang di bidang jasa desain situs untuk toko online terutama untuk para wirausaha kecil dan UKM. Dia lalu menggandeng dua rekannya, Kadek Agus Yusida (25) dan Putu Gusindra Divanatha (25) sesama anak perantauan dari Bali untuk membangun Jarvis Store.

Bermodal Rp 30 juta dari tabungan, mereka mendirikan startup berjenis business-to-business alias B2B. Frianto menjelaskan mekanisme Jarvis Store mirip WordPress bagi para blogger yang ingin punya laman sendiri. Bedanya, Jarvis Store khusus menyasar UKM yang ingin jualan online. Ada template-template yang sudah disediakan dan tinggal dipersonalisasi lebih lanjut. Kurang lebih mekanismenya seperti Shopify asal Kanada.

Selain itu, pengguna jasa Jarvis Store juga memiliki domain sendiri dan tak perlu pusing soal transaksi keuangan, logistik, serta analitik performa bisnis. Bahkan, untuk jalur pembayaran atau payment getaway, Jarvis Store bekerja sama dengan Doku, PayPal, hingga transfer bank. Untuk jasa layanan itu Jarvis Store menetapkan harga mulai dari Rp 99 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan jumlah produk dari 100 hingga tak terbatas.

“Kami mengutamakan kesederhaaan bagi pengguna dengan desain yang profesional dan harga yang terjangkau,” jelas Frianto.

 

Jarvis Store menyediakan platform toko online bagi UKM (Foto: Jarvis Store/Youngsters.id)
Jarvis Store menyediakan platform toko online bagi UKM (Foto: Jarvis Store/Youngsters.id)

 

Profesi Primadona

Bisnis ini didirikan atas dasar hobi dan cita-cita Frianto dan kedua rekannya, yakni menjadi developer handal.  Oleh karena itu, mereka tidak terlalu mendapat hambatan dalam hal teknis. “Kami terus fokus dalam mengembangkan bisnis ini. Dengan strategi yang tepat kami yakin bisnis ini akan berjalan dengan baik,” kata Frianto.

Tantangan terbesar justru datang dari keluarga. Sebagai anak daerah yang tumbuh di lingkungan tradisional, Frianto mengaku kedua orang tuanya sempat keberatan dengan pilihan dia membangun startup. Apalagi PNS merupakan profesi primadona di mata keluarga.

“Mereka (keluarga) pikir saya sudah lulus kuliah kok belum dapat kerja,” kata Frianto sambil tersenyum. Padahal, lewat Jarvis Store dia sekarang bisa mempekerjakan 15 orang karyawan.

Belakangan keluarga mulai memahami bisnis Frianto. Apalagi setelah Jarvis Store ikut dalam program Launchpad Accelerator 2 Google. “Bangga juga mereka waktu tahu Jarvis Store bisa sampai ke Silicon Valley,” ujarnya.

Sejak didirikan pada Juli 2013 kini Jarvis Store sudah memiliki sekitar 25.000 pelanggan UKM. Dengan tingkat pertumbuhan mencapai 600% setiap tahun. Bahkan, Frianto memiliki target di tahun 2018 mendatang bisa menggaet 500.000 UKM. Dia optimis dengan targetnya itu. Pasalnya, berdasarkan data saat ini ada 52 juta UKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Dari angka itu, 10 juta di antaranya sudah siap bermigrasi ke digital. Artinya, jumlah klien Jarvis Store saat ini masih secuil persentase dari total potensi yang ada,” ucap Frianto.

Dia juga menjelaskan dari 25 ribu pengguna jasa desain toko online di Jarvis Store, ada 60% sebagai toko online produk fesyen. Sedangkan sisanya beragam, dari produk elektronik hingga makanan.

“Saat ini kami making money not profitable tiers. Target kami adalah membantu UKM berkembang lewat toko online,” tegas Frianto.

 

================================

Frianto Moerdowo

  • Tanggal lahir : 27 Januari 1990
  • Pendidikan: Bachelor of IT Information Technology, HELP University Malaysia
  • Jabatan : Founder dan CEO Jarvis Store
  • Nama usaha : Jarvis Store (www.jarvis-store.com)
  • Awal usaha : Juli 2013

================================

 

STEVY WIDIA

NO COMMENTS

Leave a Reply