Diatce G. Harahap: Melalui Bang Joni Ingin Membantu Pelayanan ke Pelanggan

Diatce G. Harahap, Founder & CEO PT Jualan Online Indonesia (Bang Joni) (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Dunia teknologi terus berkembang dan melahirkan invoasi baru. Salah satunya adalah teknologi artificial intelligence (AI). Dengan teknologi ini Anda bisa punya teman virtual yang melayani berbagai kebutuhan.

Anda pernah menelpon call centre sebuah perusahaan, lalu dijawab oleh mesin yang kemudian menghubungkan ke line yang Anda butuhkan? Nah ide dasar chatbot adalah seperti itu. Namun pada perkembangannya, layanan ini tak hanya sekadar menghubungkan Anda dengan customer service. Layanan ini dapat membantu memenuhi berbagai kebutuhan melalui chating.

Mulai dari pemesanan jasa transportasi, pemesanan tiket pesawat, hotel, rekomemdasi kuliner, informasi realtime (prakiraan cuaca, info lalulintas), transaksi online, (pembelian pulsa dan token listrik), reminder, layanan penerjemah dan lainnya, seluruhnya tersedia gratis tanpa hidden cost. Layanan ini sangat cocok dengan keseharian generasi milenial sekarang ini.

Layanan chatbot lokal yang baru saja muncul adalah Bang Joni. Layanan chatbot ini bernaung di bawah PT Jualan Online Indonesia (JONI) dan dibesut dua teknopreneur muda Jakarta, yaitu Diatce Harahap sebagai CEO dan Arra Primanta sebagai Managing Director.

“Kami percaya bahwa chatbot akan menjadi sebuah megatrend yang memiliki pengaruh luas dalam kehidupan masyarakat. Bahkan pasar korporat sudah mulai melirik teknologi ini karena sumber daya yang lebih efisien, formatnya yang interaktif, kecerdasannya, serta kemampuannya dalam memberikan pelayanan secara personal, sesuai dengan kebutuhan dan fungsi yang spesifik,” ungkap Diatce kepada Youngsters.id.

Sesungguhnya layanan asisten virtual (chatbot) karya anak negeri sudah ada YesBoss dan Halo Diana. Namun berbeda dengan dua layanan sebelumnya yang menggunakan SMS, Bang Joni hadir dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI).

Dengan ditambahkannya kecerdasan buatan, Bang Joni diharapkan dapat melayani pengguna lebih responsif dan akurat layaknya manusia. Inilah salah satu keunikan yang membedakan chatbot Bang Joni dengan yang lainnya.

“Sekarang ada teknologi Artificial Intelligent sehingga chatbot kami bisa tahu kebiasaan-kebiasaan pengguna yang menggunakan layanan ini,” ujar pemuda yang akrab disapa Ache itu.

Kemampuan analitik Bang Joni terus dikembangkan dan sering diinput dengan kata-kata baru agar Bang Joni makin pintar. Termasuk membaca pola perilaku pengguna di chatting, sehingga Bang Joni bisa mengantisipasi kebutuhan pengguna sebelum mereka bertanya atau meminta melalui chatting.

 

Orang Malas

Ache bercerita bahwa Bang Joni ini lahir dari keinginan dia dan Arra untuk membantu orang malas. “Menurut kami orang malas itu bukan berarti tidak produktif. Membantu mereka dengan memberikan semacam asisten pribadi yang bisa membantu aktivitas mereka agar lebih produktif. Intinya kami ingin membantu manusia karena teknologi memang diciptakan untuk membantu manusia sehingga bisa hidup efisien,” ungkapnya.

Keinginan itu juga dimotivasi sejumlah film sci-fi yang mereka tonton tentang AI. “Kami juga melihat gaya hidup orang-orang zaman sekarang yang menganggap chatting itu jadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu komunikasi dua arah lebih interaktif, secara customer satisfaction juga sangat tinggi. Kami lihat para generasi milenial di Indonesia suka menggunakan aplikasi pesan instan dan cenderung menghabiskan waktunya di sana. Jadi kita mencoba menggabungkan hal tersebut dengan teknologi dan insight dari kita sendiri,” papar Ache.

 

Aplikasi chatbot Bang Joni sebagai asisten virtual (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

 

Nama Bang Joni pun dipilih. Menurut mereka Joni itu dari singkatan Jualan Online Indonesia. “Kami juga memberikan tambahan ‘Bang’ agar dapat memperkaya konten lokal dan memudahkan penggunaan percakapan menjadi lebih cair karena memang familiar,” jelasnya.

Layanan ini mulai diinisiasi pada akhir tahun 2015. “Kenapa kami memilih chatbot karena pendekatan ini lebih cepat pintarnya si bot-nya ini. Kemampuannya dalam membaca data dalam waktu singkat dan memberikan hasilnya juga cepat. Tidak perlu diunduh dulu. Jadi konsepnya semua prosesnya harus sederhana, mulai dari awal sampai pembayaran, produk dan lain-lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ache menjelaskan sesuai dengan tagline-nya fitur dan layanan Bang Joni mencerminkan definisi yang real dari AI itu sendiri yakni ‘Pesannya Cepat, Nggak Pake Ribet’. Dengan kenyamanan berkomunikasi lebih interaktif dan efisien dibanding email, sms atau panggilan suara, pengguna dapat berinteraksi dengan Bang Joni melalui percakapan sederhana yang direspon dengan cepat, personal dan akurat layaknya manusia.

Oleh karena itu, lulusan University of Westminster Inggris itu menegaskan, Bang Joni di sini akan hadir sangat fun seperti seorang teman. Jadi, pengguna juga bisa berbicara selang sekali pun akan direspon dengan baik dan akurat. Hal itu berkat dua teknologi yang dimanfaatkan, yaitu Application Programming Interface (API) dan juga NLP (Natural Language Processing).

“Sistem Bang Joni terhubung langsung via API dengan merchants yang sudah bergabung, kemudian NLP akan diteruskan menjadi perintah dalam percakapan sehari-hari,” ujarnya.

Layanan ini tak hanya untuk chatting. JONI bekerjasama dengan sejumlah merchant untuk sejumlah layanan. Mulai dari pemesanan jasa transportasi, pemesanan tiket pesawat, hotel, rekomemdasi kuliner, informasi realtime (prakiraan cuaca, info lalulintas), transaksi online, (pembelian pulsa dan token listrik), reminder, layanan penerjemah dan lainnya. Semua itu tersedia gratis tanpa hidden cost.

Pengguna bisa memesan layanan apapun pada merchant yang sudah bekerja sama hanya chatting dengan bot kami. Bang Joni ini seperti menyatukan berbagai macam user interface dari berbagai macam layanan menjadi hanya satu user interface saja,” kata Ache.

Keunikan lain dari Bang Joni, menurut Ache, terletak pada kemampuan analitiknya yang tinggi dan terus berkembang. Artinya, Bang Joni dapat mengantisipasi kebutuhan pengguna bahkan sebelum pertanyaan atau permintaan diberikan melalui chat. Sebagai contoh, Bang Joni dapat mengingatkan pengguna untuk mengisi pulsa, memberikan prakiraan cuaca, atau info lalu lintas, memberikan alert untuk acara-acara penting dan lainnya.

 

Melalui aplikasi chatbot Bang Joni, Diatce ingin membantu perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

 

Antisipasi Kebutuhan

Menurut putra pasangan Chairuman Harahap dan Ratnasari Lubis ini, keunikan lain Bang Joni terletak pada kemampuan analitiknya yang tinggi dan terus berkembang. Artinya, Bang Joni dapat mengantisipasi kebutuhan pengguna bahkan sebelum pertanyaan atau permintaan diberikan melalui chat. Sebagai contoh, Bang Joni dapat mengingatkan pengguna untuk mengisi pulsa, memberikan prakiraan cuaca, atau info lalu lintas, memberikan alert untuk acara-acara penting dan lainnya.

Bahkan untuk memberikan kemudahan itu ke banyak pengguna, Bang Joni menjalin kontrak ekslusif dengan aplikasi LINE messenger yang telah memiliki 90 juta pengguna di seluruh Indonesia.

“Melalui kerjasama ini Bang Joni menjadi mitra LINE dalam melahirkan tren baru penyediaan informasi dan transkasi melalui chatbot. Ke depan kami akan menjalun lebih banyak kerjasama dengan merchant lainnya dan menghadirkan fitur interkoneksi layanan antar merchant,” ucapnya.

Sayangnya ketika ditanya nilai investasi Bang Joni, Direktur temu coffe itu enggan membeberkannya. Sebelumnya, di awal tahun 2017 startup ini diberitakan telah mendapat suntikan dana dari modal ventura lokal sebesar US$ 2 Juta.

Bang Joni juga telah di-upgrade ke versi kelas dua dengan berbagai peningkatan seperti tampilan yang menarik, chatting yang makin seru dan responsif, jumlah merchant lebih beragam serta kehadiran dompet virtual BJ Pay. Upgrade ini dilakukan untuk terus meningkatkan kepuasan teman Bang Joni yang sampai saat ini sudah mencapai 400 ribu orang dengan total transaksi sebanyak 37.224 per Aril 2017.

“Kami percaya bahwa chatbot akan menjadi sebuah megatrend yang memiliki pengaruh luas dalam kehidupan masyarakat. Bahkan pasar korporat sudah mulai melirik teknologi ini karena sesuai dengan kebutuhan dan fungsi yang spesifik,” ucapnya.

Akhir tahun 2017 Bang Joni ditargetkan mampu mengantongi 1 juta pengguna di Indonesia. Atje optimistis target ini dapat tercapai, mengingat pemain chatbot juga belum terlalu banyak di Indonesia.

Ke depannya, Bang Joni akan getol untuk menjajaki kerja sama dengan perusahaan. Sudah ada beberapa perusahaan yang tertarik menggunakan platform Bang Joni untuk penggunaan layanan customer service dengan pelanggan.

“Untuk Bang Joni sendiri ke depannya kami akan menjalin lebih banyak kerjasama dengan merchant lainnya dan menghadirkan fitur interkoneksi layanan antar merchant,” pungkas Atce.

 

 =======================================

Diatce G. Harahap

  • Tanggal Lahir      : 19 Desember 1985
  • Pendidikan         : Master of Arts Diplomatic Studies University of Westminster London
  • Mulai Usaha       : November 2015
  • Jabatan             Founder & CEO Bang Joni
  • Modal Awal        : Rp 100 juta

========================================

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY