Deva Rachman : IWIC Beri Ruang Khusus Untuk Kontribusi Technopreneur Wanita & Berkebutuhan Khusus

Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Indosat Ooredoo baru menyelesaikan rangkaian kegiatan Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest ke 10 (IWIC 10). Ini merupakan ajang kompetisi untuk menyaring ide serta aplikasi digital dan teknologi untuk menghadirkan berbagai kemudahan dan solusi bagi kehidupan sehari-hari.

Pada penyelenggaraan IWIC 10 yang bertemakan #changetheworld kali ini, beberapa kategori bisa diikuti oleh peserta, di antaranya Kids, Teens, University Student and Public, Developers Category, Special Category for Women & Girls serta Disable Category, yang dapat diikuti oleh peserta sesuai jenjang usia.

Seluruh kategori akan berkompetisi untuk ide dan aplikasi di bidang komunikasi, lifestyle, edukasi, multimedia dan gim, utilitas (peralatan, keamanan, aplikasi untuk penyandang disabilitas), pariwisata, dan inovasi sosial.

Yang menarik pada penyelenggaran IWIC kali ini ada kategori khusus yang diperlombakan yaitu, Disable Category dan Special Category for Women & Girls. Apa alasan Indosat Ooredo menggelar kategori spesial ini?

Berikut petikan wawancara Wartawan Youngsters.id Stevy Widia dan Fahrul Anwar dengan Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo:

Apa tujuan dari penyeleggaraan program IWIC kali ini?

Indonesia membutuhkan developer lokal yang lebih mengerti masalah orang Indonesia dan bisa membuat aplikasi solusi untuk menyelesaikannya. Kami yakin IWIC akan mampu menjadi salah satu langkah awal bagi generasi muda dalam pengembangan ide-ide terkait dunia digital agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mengapa ada kategori khusus disablitas dan perempuan pada IWIC ke 10 kali ini?

Indosat Ooredoo percaya bahwa teknologi dan dunia digital harus accessible, affordable, dan simple untuk semua, tanpa terkecuali bagi saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus. Demikian juga untuk perempuan.

Indosat Ooredoo ingin membangun Indonesia Digital Nation dengan mengajak semua pihak agar memanfaatkan teknologi untuk menciptakan ide dan aplikasi mobile yang keren, berkualitas world-class, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat

Animo technopreneur perempuan juga besar itu dilihat dari jumlah pendaftar wanita pada IWIC. Tahun lalu sudah ada kategori perempuan tapi karena animo semakin besar maka diadakan lagi tahun ini. Bahkan kali ini yang mencapai 750 orang dari total 3.592 proposal yang masuk.

Apakah program IWIC ini sama dengan kegiatan CSR Indosat Ooredo di negara operasi lain?

Ooredoo adalah perusahaan global di 14 negara. Ketika kami membandingkan program dengan negara operasi lain, belum ada yang seadvance ini. Dan jumlah developer dan ide-idenya tidak semasive ini. Bisa dilihat Indonesia as a content ideas generation country.  Tinggal bagaimana caranya kita membuat sebuah role map, suatu path yang jelas  mereka mau kemana dan benar-benar diarahkan.

Pada penyelenggaran IWIC ke 10 melibatkan para developer tingkat global. Seberapa besar pengaruhnya pada kompetisi ini?

Kami membuka kesempatan peserta Indonesia untuk bisa berkompetisi dalam lingkup internasional. Harapan kami dapat meningkatkan daya saing talenta lokal agar mampu bersaing di tingkat global. Ini merupakan kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di pentas global.

Deva Rachman : IWIC Beri Ruang Khusus Untuk Kotribusi Technopreneur Wanita & Berkebutuhan Khusus (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)
Deva Rachman : IWIC Beri Ruang Khusus Untuk Kotribusi Technopreneur Wanita & Berkebutuhan Khusus (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

Apa tantangan pada program IWIC ke 10 ini?

Ide-ide yang masuk sangat gila dan hebat banget. Kami sangat sulit memilih pemenangnya. Di sisi lain, tantangannya adalah kami sangat berhati-hati karena kami ingin how to keep the ideas how fresh. Jangan sampai yang ikut orang yang itu-itu saja, atau yang sudah ikut kompetisi di berbagai tempat. Kami ingin beri kesempatan bagi yang lain. Kalau kami biarkan mereka menang lagi, jadi pool of talent tidak terbentuk.

Tujuan yang ingin dicapai IWIC kali ini?

IWIC adalah program company social responsibility (CSR) yang konsisten selama 10 tahun terakhir mencari developer muda berbakat dan turut aktif menciptakan berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi banyak orang. Bukan waktu yang sebentar memang, selama rentang waktu itu membuktikan bahwa Indonesia tak hanya sebagai user tetapi juga developer.

Ke depan rencana apa yang akan dikembangkan IWIC?

Ke depan kami ingin lebih banyak lagi masyarakat yang ikut partisipan. Sebagai perbandingan pada tahun 2013 ajang ini hanya diikuti 667 proposal ide, kemudian pada tahun 2014 menjadi 1.738. Lalu pada tahun 2015 IWIC menerima 3.173 proposal. Dan tahun 2016 masuk 3.592 proposal. Total proposal ide yang telah diterima IWIC selama 10 tahun mencapai 10.703.

Kami akan terus melakukan inovasi dan promosi. Termasuk akan lebih memperpanjang waktu untuk orang bisa submit ideas. Karena bikin ide dan aplikasi butuh waktu. Harus dibuat lebih berjenjang dalam hal waktu. Sehingga punya waktu untuk submit. Kami ingin dari sini bisa menghasilkan sesuatu yang  nantinya dapat melahirkan developer dan startup yang bisa membuat  lapangan kerja sendiri dan mandiri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY