Begini Cara Perempuan Bangun Startup

Codigo Share A Code:Women Technopreneur di @GoWork Coworking and Office Space, Chubb Square Thamrin Jakarta Jumat (11/8/2017) dengan pembicara Aulia Halimatussadiah dan Samsan Novia, CEO Qubicle.id. (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Belakangan ini, startup digital tumbuh begitu pesat di Indonesia. Kaum perempuan pun tidak mau ketinggalan untuk turut terlibat dalam ekosistem usaha ini. Sejumlah teknopreneur perempuan pun berbagi cara mereka membangun startup.

Dalam seminar bertajuk Codigo Share A Code : “Women Technopreneur”, Aulia Halimatussadiah dan Samsan Novia, CEO Qubicle.id berbagi kiat sukses mereka sebagai pengusaha muda dibidang digital.

Aulia yang akrab disapa Ollie ini mengaku, ia mendirikan sebuah perusahaan rintisan awalnya bertolak belakang dengan background pekerjaannya terlebih dahulu.

“Memang kalau aku ditanya saat mengawali usaha startup itu, kayaknya memang nggak nyambung dengan pekerjaanku. Aku ini adalah seorang web developer seperti toko buku online yang pernah aku buat. Tapi yang saya tahu, ketika kita menentukan diri memilih pekerjaan yang disukai biasanya disitu akan jalan. Asalkan dalam perjalananya kita selalu konsisten dan fokus,” kata Ollie pada acara yang berlangsung di @GoWork Coworking and Office Space, Chubb Square kawasan Thamrin Jakarta Jumat (11/8/2017) malam.

Namun demikian, ia sangat yakin saat menjatuhkan pilihannya jadi pengusaha/startup. Karena itiu kata Ollie sebelum mulai bisnis ini, harus terlebih dulu mengetahui hal yang disukai. Baru membuat produk dan memilih mitra bisnis yang akan diajak kerjasama.

“Setelah memiliki produk dan ingin melanjutkannya kedepan untuk menentukan bicara how to run startup. Biasanya aku mau merekrut orang lain itu tidak melihat dari karena pertemanan, tapi lebih melihat calon itu harus memiliki visi yang mirip dengan apa yang aku ingin lakukan sekarang, karena dengan begitu aku akan temukan partner yang tempat,” ujarnya.

Langkah selanjutnya menurut dia adalah mendapatkan investor. “Pitching aja dulu dan jangan bikin bisnis plan dulu. Maksudnya supaya kita disini jangan terjalu ribet yang penting bisa memecahkan masalah ketika produk sudah terbentuk. Yang tak kalah penting bikin produk yang selalu membuat media datang dan akan meliput produk kita sendiri,” lanjut Ollie.

Senada dengan itu, Novia menjelaskan jika seseorang melakukan hal yang disukai ketika membawa ke dalam sebuah bisnis, tentu akan mendapat dan mendatangkan benefit tersendiri.

“Penting diingat, usaha ketika membuka perusahaan rintisan awalnya harus suka dulu, nanti hal ini akan membuat bisnis kita lebih sustaince. Lakukan saja sampai diri menjadi mendapatkan ilham dan mendapatkan benefit,” jelas Novia.

Dia mengakui, dengan tumbuhnya ekosistem startup sekarang ini justru investor yang malah kesulitan mencari startup yang benar-benar bisa membawa bisnisnya dengan mudah mendapatkan keuntungan. “Zaman sekarang investor sudah banyak, jadi tinggal dari kita nya aja memanage dengan benar. Kalau aku bilang sekarang mending bikin, yang namanya perjalanan usaha. Kesulitan itu pasti ada, tetapi semua itu tinggal ditambahkan dengan improvisasi. Makanya, tiap kali aku bertemu investor kedepan aku sadari meskipun aku selalu diatur misalnya uang mau digunakan untuk apa 5 tahun kedepan. Tetapi, disitu aku mencoba meyakininya dengan apa yang mereka investasikandisini bisa memberikan benefit nantinya,” pungkas Novia.

FAHRUL ANWAR