Aplikasi Etanee, Sedia Tiga Produk Pangan

Para pendiri aplikasi Etanee yang berada di bawah bendera PT Solusi Pangan Perwiratama. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Hasil pertanian telah menjadi kebutuhan primer manusia. Berangkat dari itu hadir sejumlah aplikasi distribusi produk pangan. Yang terbaru adalah Etanee, aplikasi e-commerce yang fokus pada produk pangan dan pertanian.

Aplikasi ini lahir keprihatinan atas tidak efisiennya mata rantai produksi pertanian dan logistic. Akibatnya petani lah yang menderita.

“Selama ini peternak dan petani susah menembus pasar karena mata rantai distribusi yang panjang yang akhirnya harga yang diterima mereka murah. Padahal merekalah rantai produksi yang dengan kerja kerasnya menghasilkan produk yang terbaik kita konsumsi. Jadi kita ciptakan sendiri mata rantai distribusi sendiri,” kata Cecep Moch Wahyudin CEO Etanee dalam siaran pers Senin (19/6/2017) di Jakarta.

Dia mengatakan, mata rantai logistik dan pengiriman yang tidak efisien menjadi penyebab tingginya harga beli konsumen. Untuk itu, Etanee yang berada di bawah bendera PT Solusi Pangan Perwiratama diciptakan untuk menjadi solusi bagi konsumen sehingga mendapatkan harga terbaik yang wajar. Selain itu, petani dan peternak serta supplier agar mendapatkan harga yang terbaik.

Fokus area pemasaran etanee pada fase awal ini adalah Bogor, Depok, Jakarta, Tanggerang, dan Bekasi. Jaringan distribusi etanee akan dibangun dengan bermitra bersama masyarakat melalui konsep ekonomi berbagai (sharing economy) berupa distribution center, stokis dan transporter. Saat ini produknya ada tiga yaitu daging ayam, sapi, dan beras.

“Kami pilih tiga produk ini karena permintaanya tinggi, dan suplainya juga tidak sulit,” katanya.
Cecep optimistis bisnis ini akan mendapat respon yang baik dari pasar. Tahap awal akan ada 40 stokis di sekitar jakarta, dan berkembang menjadi 100 pada enam bulan ke depan. Satu stokis memiliki kapasitas 20 ton per bulan.

Lewat aplikasi ini barang yang dibeli konsumen langsung dapat dikirim ke rumah. “Dengan jaminan pelayanan yang terbaik, pembayaran yang aman , waktu yang singkat dan produk dalam rantai dingin (cold chain) yang terjaga,” katanya.

Cecep juga menjamin keamanan pangan produk etanee yang memenuhi kaidah ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal),” katanya. “Kami juga menjamin kenyamanan konsumsi pangan masyarakat melalui sertifikasi halal 100% semua produk LPOM MUI, sertifikat NKV (nomor kesehatan veteriner) bagi rumah potong hewan dan unggas, serta sertifikat HACPP dan GMP untuk proses produksi,” katanya.

Usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan baru karena bisa menampung 3.000 pengemudi pada tahun pertama. Pengemudi ini melalui aplikasi etanee bertugas mengirim ketiga produk tersebut ke konsumen.

“Kami optimistis pada tahap awal setiap harinya ada 70 ribu transaksi setiap hari dan 40 stokis di sekitar Jakarta,” tegas Cecep yakin. Aplikasi ini siap diluncurkan pada 22 Juni 2017.

STEVY WIDIA