Anak Muda Bandung Antusias Dukung Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Digital Asia 2020

Anak Muda Bandung Antusias Dukung Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Digital Asia 2020 (Foto:1000startupdigita/Youngsters.id

YOUNGSTERS.id - Rangkaian Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di kota Bandung resmi dimulai melalui tahapan pertama, Ignition. Sekitar 200 anak muda kreatif Bandung secara antusias berkumpul di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) untuk mendapat ilmu dari pembicara kompeten di bidang startup digital.

“Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini tidak hanya sekadar mengutak-atik teknologi saja. Tapi justru teknologi diharapkan mampu memberi nilai tambah untuk menjadi bisnis yang akhirnya menjadi kekuatan ekonomi Indonesia yang ditargetkan memiliki nilai 130 miliar dollar pada tahun 2020,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, yang membuka kegiatan ignition Bandung, Sabtu (5/10).

Rudiantara mengaku optimistis dengan geliat startup digital di Bandung. Dikenal sebagai pusat kreativitas dan didukung oleh berbagai komunitas digital yang terus berkembang pesat, Bandung berpotensi untuk menjadi salah satu kiblat tech startup di Indonesia.

“Saya memiliki keyakinan, dari sisi kreativitas Bandung menjadi salah satu yang terdepan di Indonesia,” tegasnya.

Menkominfo berharap dengan hadirnya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dapat melahirkan banyak startup founder yang membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2020 mendatang.

Saat ini Indonesia baru memiliki 1,5% pengusaha dari sekitar 252 juta penduduk. Indonesia masih membutuhkan sekitar 1,7 juta pengusaha untuk mencapai angka dua persen. Angka tersebut masih kalah dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Singapura yang memiliki jumlah entrepreneur sebanyak 7%, Malaysia 5%, Thailand 4,5%, dan Vietnam 3,3%. Tentu masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Sementara itu, Ketua Komite Kreatif Kota Bandung, Tita Larasati, mengatakan untuk melahirkan generasi muda yang melek digital, pemerintah kota Bandung akan fokus dalam memberikan layanan yang secara berkala dievaluasi. Yaitu menyediakan ruang untuk masyarakat beraspirasi, memberikan infrastruktur berupa sosialisasi program dan informasi, membentuk literasi digital, pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia untuk siap dengan era digital, serta menggalakan festival sebagai langkah sosialisasi dengan cakupan yang lebih luas.

“Setiap tahun memang selalu ada evaluasi, satu diantaranya kota yang memakai design thinkinguntuk menguji kebijakan dan regulasi. Nanti dalam design thinking akan ada dari akademisi, bisnis, komunitas dan pemerintah berdiskusi untuk memecahkan problem kota, termasuk mengenai program berbasis digital,” ujar Tita.

Para peserta di Bandung sangat antusias mengikuti kegiatan yang akan berlangsung di 10 kota ini. Setelah melewati tahap Ignition, peserta Bandung akan mengikuti networking session pada 12 November 2016, di kegiatan itu mereka harus membentuk tim yang terdiri dari hustler, hackerdan hipster. Setelah tim terbentuk, mereka akan berlanjut ke tahap Workshop untuk mendapat materi tentang design thinking, market validation dan business model dari trainer relevan.

Kegiatan ignition Bandung ini menghadirkan sejumlah pembicara, selain Menkominfo Rudiantara dan perwakilan Pemkot Bandung. Antara lain: Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR; Alamanda Shantika, Chief Activist FemaleDev; Seterhen Akbar, CEO Labtek Indie; Bima Said, Managing Editor Goal.com; Arief Widhiyasa, CEO Agate Studio; Gibran Huzaifah, CEO eFishery; Ken Ratri, CEO Geekhunter; Stefanie Kurniadi, Founder CRP Group Nasgormafia, Warunk Upnormal; Tita Larasati, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Bandung, Wirjadi Lorens, Founder Oktagon; dan Adi Panuntun, Founder Sembilan Matahari.

Terdapat lima sesi yang menjadi fokus utama pada Ignition Bandung yaitu Entrepreneurial Mindset, Don’t Start a Business, Solve a Problem, Collaboration to Create Innovation, Innovating with Creativity, Notion of Innovation: Innovating with Creativity, dan How to Think like a Founder.

 

FAHRUL ANWAR

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY