Tawarkan Injeksi Modal ke Startup, Indigo Creative Nation Buka Batch II 2016

Deputy EGM Coherence & Innovation Management Digital Service Division PT Telkom Ery Punta (kiri), Direktur Innovation & Strategic Portfolio PT Telkom Indra Utoyo (tengah), dan Presdir PT Metra Digital Investama Nicko Widjaja dalam peluncuran PT Metra Digital Investama di Jakarta, baru-baru ini. Program Indigo Creative Nation akan disinergikan dengan perusahaan inkubator dan pemberi modal milik PT Telkom tersebut, PT Metra Digital Investama

Memasuki tahun ke-tujuh penyelenggaraan program Indigo, yang saat ini dikenal sebagai Indigo Creative Nation, PT Telkom menawarkan banyak benefit, termasuk injeksi modal yang nilainya cukup signifikan bagi para peserta rintisan usaha digital (startup) yang terpilih. 

Setelah batch I April 2016 yang lalu, dimana terpilih sembilan startup untuk diinkubasi, maka batch II 2016 telah dibuka per 8 Agustus 2016 dan masa penerimaan proposalnya akan berakhir pada tanggal 9 September mendatang.

Tema program Indigo Creative Nation tahun ini adalah “Building Strong Indonesia Digitalpreneur with Disruptive Mindset”. Proposal yang masuk akan melewati tahap seleksi awal pada tanggal 13-14 September dan diakhiri dengan final pitching pada 15-16 serta 19-27 September 2016.

Direktur Innovation & Strategic Portfolio PT Telkom Indra Utoyo mengatakan, pihaknya bukan sekedar mencari ide rintisan usaha digital terbaik melalui dua batch pada tahun ini, namun juga sudah memberikan funding bagi produk dan bisnis inovatif digital sejak tahun 2013.

Dia mencontohkan, Jarvis Store (platform e-dagang) yang pertama dirilis pada bulan Agustus 2013 dan peroleh injeksi modal pertama dari Indigo Telkom pada bulan yang sama. Kemudian, ditambah Rp 750 juta pada Januari 2015. Kini, pengguna aktif layanan mereka mencapai lebih dari 11.000 user.

“Bahkan, startup lainnya yang terseleksi dan peroleh modal Rp 250 juta dari kami, yakni Run System pada tahun 2014, kini sudah memiliki 11 klien enterprise dengan lebih dari 10.000 pengguna dan kontrak sales USD 500.000,” katanya dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Dalam jumlah mikro, guyuran modal juga diberikan kepada startup Goers, Apaja, dan PowerCube masing-masing senilai Rp 120 juta, dan sekarang mereka sudah mendapatkan follow on funding dari investor lain.

Pada batch 2 tahun lalu, dari ratusan proposal masuk sudah tersortir sembilan startup dengan tiga kategori. Pertama, customer validation stage yakni Bigalia, JKN Apps, dan Rumah Sinau (rumahsinau.org). Kemudian product validation stage yakni Kartoo (kartoo.co) dan Trax Center (trax.center). Dan terakhir kategori business model validation stage yakni Zelos (zelos.id). Terakhir, sambung Indra Utoyo, adalah acceleration stage (scaling up) yakni Paket ID (paket.id) dan Sonar Platform (sonar.id).

Pada batch 1 tahun 2016 startup yang masuk program inkubasi diantaranya adalah , Minutes (minutesapps.com/barber), Muter, Ripple, Zwaste, Ternaku, Eragano, Smash, Carijasa, Nodeflux, Atom, Kofera.

Jadi, prinsipnya, siapapun boleh memasukkan proposal batch 2 tahun 2016 selama tercakup dalam enam kategori yang disediakan, yakni personal app, home solution, socmed community, gov solution, business solution, dancommerce.

“Jangan lupakan pula, kamilah operator telekomunikasi Indonesia yang sudah membuka kantor di Sillicon Valey. Melalui anak perusahaan, PT Metra Digital Investama, pada tanggal 18 Februari 2016 secara resmi membuka kantor di sana dan telah bekerjasama dengan salah satu inkubator ternama di Sillicon Valley, Plug n Play,” kata Indra.

Penyelenggara Pionir 

Indra melanjutkan, di tengah gencarnya berbagai program seleksi sekaligus inkubasi startup sejenis yang muncul belakangan ini, program Indigo dari PT Telkom sudah memasuki tahun ke-tujuh.

Dengan berbagai variasi dan metodenya, program Indigo sudah digelar sejak tahun 2009. Ini tergolong perintis ketika belum banyak pihak yang menggelar kompetisi-seleksi startup di Indonesia.

“Dari tahun 2009 hingga sekarang, startup yang mengikuti program ini sudah lebih dari 2.056 tim. Dari jumlah tersebut, yang masuk program inkubator ada 65 startup. Sebagian besar sudah memperoleh pendanaan dari kami,” katanya.

Beberapa startup peserta inkubasi Indigo sudah masuk pasar dan makin eksis melayani pengguna, baik oleh masyarakat luas maupun oleh Telkom Group yang memiliki puluhan anak perusahaan. Bahkan beberapa startup telah masuk sebagai nominasi di program-program lain, seperti Amtiss yang terpilih oleh Bekraf untuk maju dalam kompetisi startup di Istanbul tahun 2016 ini.

Selain itu, Indra mencontohkan beberapa startup yang sudah menjadi solusi komersil bekerjasama dengan Telkom di antaranya, Jarvis Store, yang kini digunakan oleh Divisi Business Service, X-igent panic button yang oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil digunakan di Bandung Command Center-nya.

Kemudian Kakatu, peranti filtering konten, yang menjadi mitra PT Telkomsel. Privy Doc, aplikasi digital signature yang bekerjasama dengan Direktorat Consumer Telkom (support layanan Indihome). Selain mereka, beberapa yang sudah masuk ke pasar antara lain Infokes, Siji, Cerita Perut, Sasbuzz Marketing.

Menurut Indra, pihaknya juga bukan sekedar mengadakan seleksi dan inkubasi. Lebih dari itu, coworking space (terbagi atas kategori creative center dan creative camps) pun dihadirkan secara cuma-cuma bagi para startup di berbagai kota di Indonesia sebanyak 20 lokasi di 12 kota di Indonesia.

“Misalnya Bandung Digital Valley sudah memiliki member komunitas hingga sekarang sebanyak 3.421, Jogya Digital Valley 4.122, Jakarta Digital Valley 1.179 member. Kami juga hadirkan Digital Lounge, Dilo, yang sudah memiliki lebih dari 10.447 member. Jadi, kami mencari people dengan juga menghadirkan planet atau tempat kreatif serta participation atau kehadiran mentor global,” pungkasnya. (**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*