Startup Kalian Ingin Mendapat Pendanaan? Gabung Saja di Indigo Creative Nation

Sebagai bentuk komitmennya mengembangkan potensi bisnis digital Indonesia dan menjaring startup-startup lokal yang berpotensi dan memiliki inovasi, PT Telkom Indonesia Tbk. (Telkom) kembali menggelar program Indigo Creative Nation di tahun 2016 ini.

Sejak bulan April 2016 lalu, program inkubator dan akselerator Indigo ini kembali membuka pendaftaran bagi startup yang ingin mendapat bantuan pemasaran, pembinaan, dan pendanaan.

Program Indigo Creative Nation ini memberi kesempatan bagi startup untuk merealisasikan karya kreatifnya. Baik yang masih dalam bentuk ide, produk yang sudah memiliki pengguna, bisnis yang sudah mendatangkan pendapatan, serta bisnis yang membutuhkan akselerasi dan pendanaan lebih lanjut.

Bekerja sama dengan Metra Digital Investama (MDI), program Indigo kali ini mengusung tema “Building Strong Indonesia Digitalpreneuer with Disruptive Mindset”.

Untuk menyosialisasikan program Indigo Creative Nation ini, pihak Telkom telah melakukan roadshow di delapan kota besar Indonesia. Roadshow ini dimulai di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Balikpapan pada 14-15 April 2016, serta Surabaya, Medan, dan Malang pada 20-21 April 2016.

Indigo_MDIVentures

Kenapa Mesti Gabung di Indigo Creative Nation?

Tentunya ada banyak manfaat bagi startup yang bergabung di Indigo Creative Nation ini.

Bagi startup yang terpilih akan mendapat dukungan inkubasi selama tujuh bulan, dan mendapatkan berbagai fasilitas dan keuntungan. Antara lain: akses pasar melalui saluran pemasaran Telkom, serta pendampingan bisnis dan teknis oleh para mentor.

Selain itu, terbuka pula kesempatan bagi startup untuk tumbuh menjadi perusahaan global bersama Telkom Group. Bahkan, memasuki pasar global melalui representatif Telkom Group International Office di 10 negara.

Dan, tentu saja, ada pendanaandari Telkom yang besarannya hingga Rp 250 juta per startup. Selanjutnya, bagi startup yang masuk ke tahap akselerasi, pendanaan itu memiliki opsi pendanaan lanjutan hingga Rp 2 miliar. Ditambah lagi, fasilitas kerja yang nyaman dan dinamis di Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley, dan Jakarta Digital Valley.

Bagi startup yang berminat, ada enam kategori produk yang dapat dipilih untuk berpartisipasi, yakni: City & Goverment Solution, Business Solution, Home Solution, Commerce, Personal Apps, dan Social Media & Community.

 

Indigo Telah Banyak Ciptakan Technopreneur

Sejatinya, program Indigo ini telah diinisiasi sejak tahun 2009. Kiprah awal Indigo dimulai dengan acara-acara edukasi, games, musik, dan penghargaan, salah satunya Indigo Award. Selanjutnya, pendanaan pun mulai digulirkan sebagai bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam perkembangannya, ternyata hadiah dan pendanaan saja tak cukup untuk memajukan startup ini. Oleh karena itu, mulai tahun 2012 Telkom membuat program inkubasi dengan memilih startup yang layak dibina. Kemudian dibentuk juga coworking space Bandung Digital Valley dan Jogya Digital Valley untuk memasilitasi para startup.

Terkait pendanaan startup, mulai tahun 2012 formatnya pun berubah, yaitu dengan memberlakukan kurikulum dan metodologi lean startup. Tujuannya, untuk memonitor bagaimana penggunaan dana bantuan tersebut tepat sasaran atau tidak.

Sebab setelah dievaluasi, tahun 2013 Telkom menyadari bahwa sulit sekali mencari startup yang sesuai kriteria. Misalnya, dari 900 startup yang mendaftar Indigo, hanya 15 yang lolos seleksi.

Maka di tahun 2014, Telkom bersama Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi & Komunikasi Indonesia (MIKTI) mengembangkan Digital Inovation Lounge (DILo). Ini adalah sebuah creative camp untuk mendukung program Indigo menciptakan technopreneur atau digitalpreneur.

DILo menyediakan akses digital terpadu, mulai dari teknologi, gawai, dan hiburan. Ada juga semacam digital class & meetup bagi pengunjung untuk belajar hal-hal terkait digital. Saat ini, DILo sudah berdiri di 13 kota besar di Indonesia.

Melalui DILo, kemampuan startup dimatangkan dengan pelatihan kewirausahaan, membuat aplikasi, teknologi jejaring, dan sebagainya.

Kehadiran DILo ini membuktikan peran community to community untuk memacu lahirnya technopreneur dan startup-startup baru, yang jangka panjangnya bisa mendorong kemajuan ekonomi digital di Indonesia.

Pada tahun 2015, Telkom bersama MDI mengembangkan program inkubasi startup dengan “Silicon Valley mindset”. Tujuannya: ingin menyebarkan semangat kolaborasi dan berbagi, dengan konsep “Berasal dari komunitas untuk komunitas”.

Singkatnya, melalui program Indigo ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit startup sukses, yang benar-benar mampu membangun bisnis berkelanjutan dengan memecahkan masalah nyata di masyarakat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*