Telkom Raih The Best State Owned Enterprise dan Top 50 Public Listed Companies

Vice President Subsidiaries & Business Alignment Telkom Yogi Sukmana menerima penghargaan “The Best State Owned Enterprise” pada ajang Corporate Governance Conference & Awards 2016 di Jakarta, Senin (7/11). Telkom juga memperoleh predikat “Top 50 Public Listed Companies” berdasarkan penilaian terhadap praktik tata kelola perusahaan terbuka di Indonesia.

Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) tahun ini kembali mengadakan Corporate Governance (CG) Conference & Awards yang ke-8, dengan tema “Enhancing Investors Trust Through Good Corporate Governance” di Jakarta, Senin (7/11).

Pada ajang ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meraih penghargaan “The Best State Owned Enterprise” sekaligus memperoleh predikat “Top 50 Public Listed Companies”. Telkom berhak menyadang predikat tersebut berdasarkan skor hasil penilaian IICD yang menggunakan acuan ASEAN Corporate Governance Scorecard dalam menilai praktik tata kelola perusahaan terbuka di Indonesia.

Instrumen ASEAN CG Scorecard ini digunakan oleh negara-negara ASEAN untuk menilai praktik-praktik tata kelola yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan terbuka dari masing-masing negara. Di masa mendatang, perusahaan – perusahaan terbuka di ASEAN diharapkan terus menggunakan scorecard sebagai alat untuk meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan terhadap praktik tata kelola yang baik di lingkungan Telkom. “Konsep penerapan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) dalam organisasi perusahaan berlandaskan pada komitmen untuk menciptakan perusahaan yang transparan, dapat dipertanggung jawabkan (accountable), serta terpercaya melalui manajemen bisnis yang baik,” ujar Arif.

Pemberian CG Award IICD 2016 ini sesuai dengan hasil penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard terhadap 100 perusahaan dengan market kapitalisasi terbesar. Instrumen penilaian didasarkan pada ASEAN Corporate Governance Scorecard yang merupakan inisiatif dari ASEAN Capital Market Forum (ACMF) dan dikembangkan dari prinsip-prinsip GCG yang disusun dan dikeluarkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).

Instrumen ini telah dipakai oleh lima negara ASEAN lainnya yaitu Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura dan Vietnam yang meliputi: (1) hak-hak pemegang saham; (2) perlakuan yang setara terhadap pemegang saham; (3) peran pemangku kepentingan; (4) pengungkapan dan transparansi; dan (5) tanggung jawab dewan.

Prinsip-prinsip tersebut dijabarkan secara komprehensif ke dalam 209 pertanyaan, termasuk bonus dan penalty. Adapun penilaian tahun ini dilakukan secara domestik dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1. Tahap I – penilaian dillakukan oleh 10 asesor IICD yang telah terlatih baik dan berpengalaman; 2. Tahap II – review yang dilakukan oleh 5 CG Expert IICD lewat diskusi intensif bersama dengan para assessor; 3. Tahap III – Diskusi intensif di antara para CG Expert/dewan juri IICD untuk menentukan para pemenang.

“Penerapan praktik-praktik GCG merupakan salah satu langkah penting bagi Telkom untuk meningkatkan dan memaksimalkan nilai perusahaan (corporate value), mendorong pengelolaan perusahaan yang profesional, transparan dan efisien dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jawab dan adil sehingga dapat memenuhi kewajiban perusahaan kepada pemegang saham, dewan komisaris, mitra bisnis, serta pemangku kepentingan lainnya,” ungkap Arif.

 

IPRA Golden World Awards 2016

Sementara itu, pada event Golden World Awards (GWA) 2016 yang diselenggarakan oleh the International Public Relations Association (IPRA) di Doha, Qatar, Sabtu (5/11), Telkom berhasil menyabet dua kategori penghargan untuk kelompok In-house Public Relations (non-agency) di antaranya:

1.    Kategori Digital Media Relations untuk program “Digital Activation to Get the The Biggest Hackathon Event in the World Went Viral”, dan

2.    Kategori Social Media for PR untuk program “From Social Media to Social CRM:  Reinventing The Costumer Relations”

Ajang ini melibatkan 19 juri dari berbagai negara yang memberikan penilaian terhadap makalah program komunikasi perusahaan. Proses assessment didasarkan pada 6 kriteria yang terdiri dari: penjelasan program, perumusan masalah dan peluang, riset, detail perencanaan, eksekusi program serta evaluasi dan pengukuran keberhasilan program komunikasi.

Penghargaan berskala global ini diperoleh atas keberhasilan Telkom dalam menerapkan digital media relations untuk berbagai program komunikasi perusahaan, salah satunya melalui kampanye program The Indonesian Hackathon Merdeka 2.0 yang menjadi viral di media sosial. Selain itu, Telkom juga dinilai berhasil dalam memanfaatkan media sosial sebagai salah satu saluran komunikasi korporasi.

Penghargaan yang diperoleh dalam IPRA GWA 2016 ini merupakan salah satu bukti bahwa Telkom telah melaksanakan perencanaan dan pengelolaan digital engagement secara optimal dalam praktik kehumasan perusahaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*