Hairul Umam Bento : Berbisnis Itu Pilihan

Hairul Umam Bento, Founder & CEO Bento Group (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Belakangan ini gerakan wirausaha dari anak-anak muda sedang gencar. Bahkan, cukup banyak pengusaha muda yang masih berstatus mahasiwa. Menariknya, beberapa dari mereka memulai dengan modal yang minim, tetapi memiliki kemauan yang besar.

Salah satunya adalah Hairul Umam Bento. Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) angkatan 2011 ini adalah pendiri, sekaligus pemilik dari Bento Grup.

Semua itu dibangun ketika dia masih kuliah di tahun kedua. Kini di usia yang masih muda, pria yang lahir pada 20 Februari 1992 ini telah memiliki lima gerai kafe, yakni Bento Cafe, Ayumi Cafe, Nemo Cafe, Yellow Café, dan Hallo Café. Lalu ada usaha catering, Bento Catering. Dia juga mengelola dua lembaga kursus bahasa asing, yaitu Jogya English dan English Family yang telah memiliki empat cabang. Berkat usaha ini pemuda yang akrab di sapa Bento ini telah menjadi milyarder muda.

“Terjun di dunia bisnis adalah pilihan. Gagal dan berhasilnya seseorang dalam menjalankan bisnis tergantung pada ‘tangan’ yang me-manage-nya. Tentu butuh banyak belajar dan banyak bersabar,” ungkap Bento kepada Youngsters.id.

Semangat wirausaha Bento memang besar. Bagi dia tidak perlu menunggu selesai kuliah dulu baru bisa membuka usaha. Yang dibutuhkan juga bukanlah modal yang besar. Jiwa entrepreneur itu lahir dari semangat untuk mengubah keadaan.

“Saya memang suka berbisnis, ini semacam hobi sekaligus tuntutan ekonomi. Saya ingin bisa hidup lebih baik,” ucapnya tegas.

Karena itu, ketika teman-teman mahasiswa lain masih sibuk dengan kegiatan akademik dan bergaul, Bento sudah memutar otak untuk memulai bisnis. Menurut dia, semangat berwirausaha bukan diturunkan dari orang tuanya yang bekerja sebagai PNS. Bahkan niatnya berbisnis ini sempat ditentang orang tua, yang menginginkan putra mereka fokus pada pendidikan.

“Awalnya memang orang tua tidak setuju dengan keputusan saya untuk terjun di dunia bisnis. Dulu mereka menyarankan untuk fokus pada kuliah saja. Tapi sekarang mereka mendukung penuh,” ucap putra pasangan Ahmad Marsuki dan Nurul Jannah itu.

 

Modal Minim

Modal bukanlah halangan bagi Bento. “Modal pertama untuk mulai usaha sekitar Rp 7 juta. Itu dari hasil utang pada orang tua Rp 5 juta dan sisanya uang hasil pengembalian dana dari universitas,’’ ungkap Bento. Ia memperoleh pengembalian dana karena mendapatkan beasiswa Mahasiswa Unggulan Ponpes UII.

Meski jumlah modalnya minim untuk membuka usaha, Bento tidak gentar. Keinginan dia untuk berbisnis begitu kuat. Kebiasaan begadang mengerjakan tugas membuat dia terpikir untuk

membuka usaha warung kopi. “Saya orangnya susah tidur. Jadi kepikiran kenapa tidak buka usaha yang ada kopinya,” ucap Bento.

Intuisi berbisnis Bento semakin terpacu ketika itu dia bertemu pemilik sebuah rumah makan yang sudah terancam bangkrut. Kepada sang pemilik dia menawarkan untuk usaha bersama dengan mengubah konsep rumah makan menjadi kafe. Bahkan tak hanya itu, kafe itu sekaligus dijadikan tempat kursus bahasa Inggris.

“Saya saat itu masih mahasiswa dan belum ada uang untuk modal usaha dan sewa tempat. Jadi saya mengajak orang itu untuk bekerjasama, dan alhamdulillah dia mau,” kisah Bento.

Seiring berjalan waktu, tangan dingin Bento membuat usaha itu mulai menghasilkan. Bahkan, ketika rekan bisnisnya terlilit hutang bank, ia bisa mengambil alih. Dari sanalah kemudian merek Bento Café lahir.

Yang menarik penggemar lagu Iwan Fals ini mengaku sempat mengalami kegagalan.  Ketika itu ia sempat membuka usaha rumah makan Padang. Namun belum lama berjalan, usaha itu merugi. “Tapi karena bisnis adalah hobi saya, bagaimanapun juga saya tetap menikmati terjun di dunia bisnis ini, itu pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ungkapnya.

Bento tak kapok, dan kembali bangkit lagi. Idenya menyatukan usaha kafe dan kursus bahasa ternyata ampuh. Komunitas belajar bahasa Inggris yang berkembang pesat berpengaruh juga pada usaha kafe. Seiring dengan bertambahnya jumlah cabang kursus, maka bertumbuh juga kafe-kafe Bento. “Promosi saya minim, tetapi dengan pelayanan yang baik dan produk yang sesuai, maka dengan pemasaran bisa berjalan dengan baik. Promosi dari mulut ke mulut sangat ampuh,” ungkap Bento.

Tak disangka dalam kurun waktu 3,5 tahun usaha ini berkembang menjadi 5 cabang kafe dan 4 cabang kursus bahasa Inggris. Selain itu, untuk menunjang bisnis kuliner, Bento juga membuka usaha catering. Dari keenam cabang usaha yang dimiliki tersebut rata-rata meraih pendaptan sekitar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta setiap hari.

“Ada yang sudah balik modal, ada yang belum. Karena itu kami terus berinovasi agar konsumen tidak jenuh,” ujarnya.

 

Hairul Umam Bento berharap bisnisnya bisa terus berkembang, dan ekspansi hingga ke luar Jogyakarta (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)
Hairul Umam Bento berharap bisnisnya bisa terus berkembang, dan ekspansi hingga ke luar Jogyakarta (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

 

Seimbang

Kesibukan mengelola bisnis ini sempat membuat Bento kesulitan menjalani perkuliahan. Bahkan ia sempat mendapatkan Indeks Prestasi (IP) semester yang jatuh di bawah standar.  Dan pihak universitas sempat memutuskan untuk menghentikan pemberian beasiswa kepada Bento.

Namun lagi-lagi Bento bangkit. Dia mencari keseimbangan waktu antara usaha dan pendidikan. Sampai akhirnya dia bisa mengejar ketertinggalan hingga ia akhirnya berhasil mendapatkan IP Kumulatif di angka 3,18. Kini dia sedang mempersiapkan tugas akhir, skripsi.

Bisnisnya juga berkembang pesat. Kini, dari sisi keuangan Bento sudah mampu mandiri, termasuk dapat membayar biaya kuliah sendiri. Dia juga sudah bisa mengirim uang untuk orang tua, sekaligus menghidupi 50 orang karyawan.

Meski bisnisnya terbilang telah sukses, Bento mengaku tidak berpuas diri. Ia ingin terus mengembangkan usahanya. Bahkan, bercita-cita untuk bisa membuka gerai di luar Yogyakarta, sampai ke berbagai tempat di Indonesia.

“Sekarang saya berbisnis bukan sekadar untuk kepentingan pribadi lagi, tapi juga untuk kepentingan orang lain dan bermanfaat bagi orang lain,” pungkas Bento.

 

==============================

Hairul Umam Bento

Tempat Tanggal Lahir : 20 Februari  1992

  • Pendidikan Terakhir: Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII)
  • Nama Perusahaan :  Bento Group
  • Produk : Bento cafe, Ayumi cafe, Yellow cafe, Nemo cafe, Hallo cafe,  English Family dan Jogya English.

================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY