Abdul Gofar Hilman : Gabungkan Pecinta Motor, Musik dan Tato

Abdul Gofar Hilman, Co-Founder Lawless Jakarta (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Tampaknya, dunia otomotif tidak bisa dipisahkan dari musik dan aksesorisnya. Ketiga hal ini saling menunjang dalam merepresentasikan gaya hidup masa kini. Pengabungan ketiganya pun bisa menjadi bisnis yang menjanjikan.

Kebutuhan orang akan otomotif tidak melulu tentang merek tetap juga terkait dengan aksesori dan produk pendampingnya. Cukup banyak penggemar otomotif melakukan modifikasi agar kendaraan yang ditunggangginya terlihat berbeda dari yang lain.

Kebutuhan inilah yang menjadi peluang usaha bengkel kreatif dan inovatif, seperti Lawless Jakarta. Bengkel yang menyatukan motor, musik, dan tato ini didirikan oleh Abdul Gofar Hilman, pada tahun 2011 silam.

Bisa dibilang ketiga elemen ini, merupakan hobi dari para pemilik Lawless Jakarta.  Bahkan, dengan modal hobi yang sama itu, Hilman bersama empat rekannya, Roni, Arian, Sammy dan Ucup, sepakat membuat store, sekaligus tempat bernaung para pecinta tunggangan besi tersebut.

Awalnya, Lawless Jakarta merupakan gabungan dari dua toko yaitu Pistone (sebuah toko yang menjual dan memodifikasi motor klasik) dan Howling Wolf (sebuah toko yang menjual merchandise band dan studio tattoo). Sasaran utama dari Lawless Jakarta adalah mereka yang menyukai ketiga hal tersebut: motor, musik dan tato.

“Bagi aku, kreatif dan inovatif merupakan cara untuk bertahan hidupdengan tingkat persaingan yang makin tinggi. Tanpa adanya senjata utama berupa kreatifitas dan selalu berinovasi, maka seseorang tidak mampu bertahan untuk tetap,” kata Hilman kepada Youngsters.id saat ditemui di Jakarta.

Kegemaran pria kelahiran 26 April 1983 akan dunia otomotif, terutama motor, memunculkan banyak ide kreatif dan inovatif. Bersama keempat rekannya, mereka menuangkan ide untuk membuat aksesoris motor. Apalagi mereka merasa masih banyak produk yang tidak sesuai dengan zaman kekinian.

“Jadi awalnya di 2009 itu aku punya toko merchandise yang menyediakan keperluan pecinta otomotif. Cuma, yang aku lihat saat itu kultur motor saat beli merchandise design-nya, taste-nya kayak bapak-bapak, kok nggak ada yang anak muda dengan design yang keren untuk kelas milenial. Akhirnya aku bikin namanya Pistone tahun 2009 itu. Cuma nggak terlalu kedengaran, karena saat itu tokonya kecil dan promonya terbatas,” ungkapnya.

Berangkat dari keyakinan ini, Hilman dan empat temanya urunan untuk mengembangkan bisnis baru. Lalu, terkumpul modal sebesar Rp 50 juta untuk mendirikan Lawless Jakarta. Namun mereka merasa tak cukup hanya mengandalkan produk. Tetapi harus ada nilai berbeda. Oleh karena itu, digabungkan studio tato dan musik di dalamnya. Bahkan, Lawless Jakarta kerap menggelar beberapa event, seperti “Sekepal Aspal”, dan beberapa event musik dan motor lainnya.

“Dengan terus mengeluarkan karya, kami yakin dapat terus mempertahankan nama baik Lawless Jakarta di mata penggila otomotif, musik dan juga seni tato,” ucap Hilman.

 

Merangkul

Sejatinya, Hilman lebih dikenal sebagai penyiar radio di Hardrock FM Jakarta. Dia juga termasuk pegiat media sosial, terutama Twitter. Dan hal itu menunjang eksistensi Lawless Jakarta. Hampir setiap bulan Lawless Jakarta membuat acara merangkul para komunitas pecinta otomotif. Meraka yakin pendekatan sosial yang dilakukannya itu dapat menjaga hubungan baik Lawless Jakarta dengan para penggila otomotif, penikmat musik dan pecinta seni tato di seluruh Indonesia.

“Setiap dua bulan sekali kami bikin kegiatan dengan para bikers. Intinya promosi. Tapi jangan takut rugi, karena setiap acara yang kami gelar akan memberikan impact positif bagi kelangsungan usaha kita selama ini. Malahan dengan acara semacam ini setiap 2 bulan sekali, nggak apa-apa kami buang uang, tapi di situ setiap berlangsungnya acara penjualan kami selalu meningkat 4 sampai 5 kali lipat,“ kata Hilman.

Diakui Hilman, sebenarnya kegiatan ini awalnya tidak mudah. “Sebenarnya memang susah ngumpulin komunitas motor Vespa dan pecinta motor Inggris karena privat-nya itu gede banget. Jangan itu, Vespa matic sama Vespa konvensional aja sudah beda. Jadi aku kumpulin semua komunitas itu dan aku senang dengan dunia motor. Ini kesenangan aku yang akhirnya bisa terwujud. Karena selama 6 tahun ini aku pernah jadi pekerja kantoran dan akhirnya berdiri Lawless Jakarta pada tahun 2011,” terang pemilik akun twitter @Pergijauh.

Selain produk, dalam perjalanannya, para pemilik usaha ini juga mempertahankan hubungan baik mereka. Bukan tak pernah menemui perbedaan pendapat. Namun, menurut Hilman, perbedaan di antara mereka selalu diminimalisasikan oleh tujuan bisnis yang sama. “Karena ini bukan hanya menjual produk. Bagaimana pun brand ini pengen kita ubah menjadi sebuah kultur. Dan itu menjadi benang merah kami para owner, sehingga menjadi salah satu pegangan kami menyatukan ide dari lima kepala ini,” papar Hilman sambil tertawa.

Pria yang aktif di media sosial ini mengaku bahwa produk yang diusung Lawless Jakarta memiliki pasar yang terbatas. “Dibilang sedikit pembeli itu benar, karena ini proyek idealisme dan memang pasarnya segmented. Itulah yang membuat kami ini nggak pernah takut sama yang namanya tren. Karena tren itu jahat. Setiap ada tren ini semua pada ngikutin dan kami nggak mau bermain di situ. Karena kami punya idealis. Intinya, sebagai entrepreneur itu jangan takut rugi. Ketika jatuh tertimpa tangga, kita jadikan pengalaman ke depannya supaya tidak terjadi lagi. Terus jangan jatuh di tempat yang sama dan gali terus pengalaman baru sesuai kemampuan yang kami miliki,” papar Hilman.

Oleh karena itu, Hilman juga tidak terlalu mengkhawatirkan persaingan. “Ada satu hal yang aku senangi sekarang, misalnya idealisme kita sekarang ini bisa menjadi sebuah komoditi, dan akhirnya banyak orang suka,” tambahnya.

 

Melalui Lawless Jakarta, Hilam dan empat temannya menggabungkan para penggemar motor, musik dan tato (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

 

Jatuh Bangun

Bagi Hilman kreatif dan inovatif itu penting. Dan hal itu membutuhkan pengetahuan akan kemampuan yang dimilikinya. Dan sesudah itu adalah mengasah kemampuan dan tetap apa konsisten dengan apa yang dihasilkan.

“Dengan konsistensi tadi, akan menghasilkan eksistensi. Itu merupakan hal yang selalu aku pegang tidak hanya ketika berkarya tetapi juga sebagai pegangan hidup,” ucapnya tegas.

Dia mengaku telah melalui perjalanan cukup panjang. Dia pernah menjadi pedagang kaki lima di bilangan Blok M. Namun akhinya dia menemukan dunia broadcasting yang ditekuninya hingga saat ini. Dia juga sekarang mulai merambah menjadi host dan presenter di acara televisi, bahkan mulai terlibat sebagai pemain film layar lebar.

Semua itu dianggap sebagai hasil dari konsistensinya di dunia hiburan. Dan Hilman tidak merasa sudah menjadi orang sukses. “Bahaya kalau kita sudah mengganggap diri sebagai seorang yang sukses. Karena kalau sudah seperti ini akan membuat diri cepat puas. Jadi terus menggali kekurangan diri kita,” saran Hilman.

Dari semua itu, dia ingin terus menggali potensi diri sehingga dapat mengembangkan bisnis lebih besar lagi. “Ke depannya, aku ingin lebih memperluas wilayah usaha. Misal di bisnis kuliner, atau bahkan di bisnis yang lain,” pungkas Hilman.

 

============================================

Abdul Gofar Hilman

  • Tempat tangga lahir                           : Jakarta 23 April 1983
  • Jabatan                                            : Owner Lawless Jakarta, Artis, Penyiar Radio
  • Jumlah Karyawan                              : 13 Orang
  • Modal                                              :  Rp 50 Juta

=========================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia